Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Utama

Kisah Lansia di Kota Banjar, Tinggal di Rumah Bilik Bambu Tanpa Dapur dan Fasilitas MCK

badge-check


					Kisah Lansia di Kota Banjar, Tinggal di Rumah Bilik Bambu Tanpa Dapur dan Fasilitas MCK Perbesar

Seorang lansia di Kota Banjar hidup dalam kondisi memprihatinkan. Rudi (73), warga Dusun Citangkolo, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, harus menempati rumah bilik bambu berukuran 5×8 meter yang sudah rapuh, tanpa dapur maupun fasilitas MCK. Keadaan ini membuat warga sekitar khawatir rumah sederhana tersebut sewaktu-waktu bisa roboh.

“Kalau hujan airnya masuk ke rumah. Atapnya banyak yang bocor,” kata Ketua RT di lingkungan setempat Teguh Wiratno, Selasa (23/9/2025).

Rumah tersebut berdiri di atas tanah pribadi dan dihuni oleh dua jiwa. Rudi pemilik rumah yang kini berusia 73 tahun dan anaknya yaitu Jemiren berusia sekitar 50 tahun. Rudi tidak bisa lagi bekerja karena kondisinya yang renta, pendengaran terganggu dan juga penglihatannya rabun.

Anaknya pun mengalami keterbatasan karena pendengarannya terganggu. Meski begitu, ia masih tetap bekerja dan menjadi satu-satunya yang merawat sang ayah, lantaran saudara kandungnya yang lain tinggal di luar daerah.

Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, keduanya harus memasak di belakang rumah karena tidak memiliki dapur. Warga tersebut juga tidak memiliki kamar mandi untuk keperluan MCK.

“Nggak punya dapur kalau masak di belakang rumah. Kamar mandi juga nggak punya kalau mau ke air biasanya ke sungai dekat rumah,” ujarnya.

Teguh menerangkan, kondisi rumah bilik bambu Rudi sudah sangat menghawatirkan. Bagian dindingnya sudah lapuk dan semakin parah kala hujan turun.

Pihaknya sudah berupaya melaporkan kondisi tersebut ke Pemerintah Desa Kujangsari. Namun menurutnya bantuan dari desa cukup lama karena harus melalui prosedur. Warga juga sempat membantu perbaikan rumah warga tersebut.

Meski demikian, ia memastikan Rudi telah mendapat bantuan pemerintah seperti BPNT dan PKH. Hal yang paling dibutuhkan lansia tersebut adalah perbaikan rumah yang layak huni.

“Bantuannya itu harapannya yang langsung selesai, karena kondisi warganya di sini sudah lansia,” pungkasnya

Red~ IKN

Source: harapanrakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan

19 Oktober 2026 - 02:57 WITA

Muhammad Saidil, Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Km Demi Bawa Ayah Berobat ke RSUD Sigli

16 Oktober 2026 - 02:50 WITA

Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas

11 Oktober 2026 - 04:57 WITA

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Menyerah dalam Membela Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan Rakyat

7 Oktober 2026 - 03:23 WITA

SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur

2 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Trending di Warta Utama