Sejumlah kesenian Indonesia memeriahkan upacara ‘Medal Parade Kontingen Garuda’ di Mpoko Camp, Bangui, Republik Afrika Tengah, pada beberapa waktu lalu. Beberapa di antaranya adalah tari Kecak dari Bali dan seni bela diri Silat.
Melansir PMPP TNI, Senin (8/9), Medal Parade adalah upacara penyematan medali kehormatan kepada para prajurit dari berbagai negara jelang akhir masa penugasan. Dalam parade kali ini, Deputy Force Commander MINUSCA Mayor Jenderal TNI Maychel Asmi, hadir secara langsung dan menyematkan medali kehormatan kepada para prajurit kontingen Indonesia yang telah menjalankan tugas misi perdamaian selama satu tahun terakhir.

Penyematan medali ini merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan dari PBB atas dedikasi, profesionalisme, dan kontribusi luar biasa para pasukan Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah konflik Republik Afrika Tengah.
“Hari ini, kalian telah membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia hadir tidak hanya dengan seragam, tetapi juga dengan hati. Kalian telah memberikan dedikasi terbaik dalam menjalankan misi perdamaian dunia di tanah Afrika Tengah. Itu semua patut kita syukuri, dan tentu harus disertai dengan sikap rendah hati,” ujar Maychel.
Ia menuturkan, misi PBB ini bukan tanpa tantangan. Para personel harus menghadapi kondisi medan yang berat, dinamika sosial yang kompleks, dan risiko keamanan yang tinggi. Namun, dengan semangat gotong royong dan integritas tinggi, Kontingen Garuda mampu menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian serta meraih kepercayaan dari komunitas internasional dan masyarakat lokal.
“Penampilan terakhir kalian mencerminkan kekuatan persatuan, disiplin, dan profesionalisme. Senyum dan tawa bahagia yang kalian tunjukkan hari ini bukan hanya bentuk kegembiraan, tetapi juga cerminan keberhasilan dalam mengemban amanah bangsa,” imbuhnya.
“Manfaatkan sisa waktu misi ini untuk konsolidasi internal. Utamakan keselamatan dan keamanan, serta lakukan pengecekan rutin terhadap personel. Para komandan wajib peduli terhadap kondisi anak buah. Jangan lupa untuk selalu memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita semua diberikan perlindungan, kesehatan, dan kesuksesan. Terima kasih atas pengabdiannya. Indonesia bangga memiliki prajurit-prajurit tangguh seperti kalian,” pungkasnya.
Bukan hanya menjadi penanda akhir masa tugas, upacara ini juga menjadi bukti bahwa Indonesia terus aktif berkontribusi dalam misi perdamaian global, dengan menjunjung nilai kemanusiaan.
Turut hadir Deputy Special Representative of the Secretary-General Mohamed Ag Ayoya, Force Commander (FC), Police Commissioner (PC), Deputi Force Commander, perwakilan FACA, serta para komandan kontingen dari berbagai negara di wilayah Bangui.
****









