Menu ✖

Mode Gelap
Geledah PT Djarum dan Bea Cukai Kudus, KPK Sita Dokumen hingga BBE Dasco: Semangat Sumpah Pemuda, Fondasi Hadapi Kompleksitas Global dan Regional Desy Ratnasari Kuras Emosi Perankan Ibu Hamka, Tantangan di Logat Minang Kadivhumas Polri: Kebebasan Berpendapat Dijamin Undang-Undang, Mari Jaga Keamanan Bersama APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Anggaran TA 2025 di DPUPRPERKIM Bartim Sekjen PBB Soroti Konflik hingga Krisis Iklim, Minta Negara Perkuat Kerja Sama

Serba Serbi

Anggaran IKN Sebesar Rp6,2 T, OIKN: Masih Kurang dari Kebutuhan

badge-check


					Anggaran IKN Sebesar Rp6,2 T, OIKN: Masih Kurang dari Kebutuhan Perbesar

Otorita IKN mengatakan bahwa pagu anggaran pada 2026 adalah sebesar Rp6,2 triliun. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris OIKN Bimo Adi Nursanthyasto saat RDP bersama Komisi II DPR RI pada Kamis (4/9/2025) di gedung parlemen, Senayan, Jakarta.

Bimo menjelaskan bahwa pagu anggaran sebesar Rp6,2 triliun tersebut masih kurang dari total kebutuhan pada 2026 senilai Rp21,18 triliun.

“Kebutuhan anggaran untuk mendukung keberlanjutan program pembangunan IKN tahun 2026 adalah sebesar Rp21,18 triliun sehingga dari anggaran yang dialokasikan sementara dalam SBPA tahun 2026 sebesar Rp6,2 triliun masih terdapat gap sebesar Rp14,92 triliun,” ujar Bimo.

Dirinya memaparkan pagu 6,2 triliun tersebut paling banyak digunakan untuk program pembangunan kawasan strategis, jumlahnya sebesar 5,6 triliun. Sementara sisanya adalah alokasi dukungan manajemen.

“Di dalam grafik proporsi anggaran alokasi program pembangunan kawasan strategis sebesar Rp5,6 triliun atau 90% dari total alokasi sedangkan sisanya adalah untuk mendukung program Duman atau dukungan manajemen sebesar Rp600 miliar,” ucap Bimo.

Alokasi anggaran di Otorita IKN didistribusikan ke dalam 12 kegiatan dan 7 kegiatan pada program pengembangan kawasan strategis dan 5 kegiatan pada program Duman atau dukungan manajemen. Kemudian alokasi kegiatan tersebesar pada pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana sebesar Rp5,2 triliun.

Adapaun 5,2 triliun tersebut diungkapkan Bimo ntuk pembangunan kompleks perkantoran infrastruktur, jalan dan MUT, rumah susun negara, jaringan perpipaan, dan lain sebagainya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Instruksikan BRIN Percepat Riset Vaksin Malaria RI

28 Oktober 2026 - 04:07 WITA

Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026

26 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Trending di Serba Serbi