Prajurit Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) 1 Marinir bersama TNI AU melaksanakan latihan terjun tempur dalam rangkaian Super Garuda Shield 2025 di Bandara Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Minggu (31/8).
Penerjunan dilakukan menggunakan pesawat CN buatan Prancis dengan zona pendaratan di area bandara.

Sebelum melompat, prajurit terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan dan menerima pengarahan teknik, hingga taktik terjun tempur dari jumping master.
Komandan Denipam 1 Marinir, Letkol (Mar) Romanimbun Butarbutar, menegaskan terjun tempur menjadi salah satu metode penting dalam operasi amfibi.
“Terjun tempur merupakan teknik infiltrasi udara yang digunakan untuk memasuki wilayah musuh tanpa terdeteksi. Ini membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan keahlian khusus,” ujarnya, dikutip dari keteranganPasmar 1, Senin (1/9).
Ia menekankan aspek keamanan menjadi prioritas utama. “Laksanakan latihan ini dengan penuh semangat dan profesionalisme, serta utamakan faktor keamanan,” jelasnya.
Super Garuda Shield 2025 adalah latihan militer gabungan multinasional yang digelar di Indonesia, melibatkan ribuan prajurit dari lebih dari 13 negara dengan total sekitar 6.500 personel.
Digelar pada 25 Agustus-4 September, kegiatan mencakup berbagai materi seperti operasi udara, latihan staf, pertahanan siber, operasi amfibi, operasi lapangan, hingga penembakan langsung dan HIMARS.
Adapun Super Garuda Shield 2025 merupakan edisi terbesar dalam sejarah latihan ini, diselenggarakan oleh TNI dan Amerika Serikat, serta dihadiri oleh negara-negara sahabat seperti Australia, Kanada, Jepang, Prancis, Inggris, Korea Selatan, Belanda, Selandia Baru, Singapura, India, Brasil, dan lainnya.
****









