TNI dan US Army membuka latihan bersama (latma) bersandi Ksatria Warrior di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja Martapura, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (21/8).
Latihan bersama ini melibatkan 120 personel TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri (Yonif) 330/Tri Dharma dan 117 personel US Army. Latihan akan berlangsung selama beberapa hari dan diakhiri di daerah latihan sekitar Baturaja.

Latihan digelar untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan interoperabilitas antara kedua angkatan bersenjata.
Selain itu, untuk mengasah kemampuan olah yudha masing-masing personel, sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Adapun Latma Ksatria Warrior merupakan latihan tahunan antara Indonesia dan AS yang dimulai sejak 2023.
Dalam sambutannya, Komandan Yonif 330/Tri Dharma Letkol (Inf) Ribut Yodo Apriantono menyampaikan bahwa latihan ini bukan hanya tentang meningkatkan keterampilan tempur, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan.
“Melalui latihan ini, kami belajar memahami satu sama lain, saling berbagi pengalaman, dan memperkuat ikatan sebagai mitra sejati di medan tugas. Semoga prajurit Yonif 330 dapat menunjukkan semangat Tri Dharma dalam setiap tahap latihan,” kata Ribut Yodo dalam keterangannya, dikutip dari siaran Puspen TNI, Jumat (22/8).
Sementara itu, US Army menegaskan pentingnya kerja sama dan saling percaya dalam setiap operasi gabungan.
US Army merasa terhormat bisa berlatih bersama Yonif 330. Latihan Ksatria Warrior ini menjadi kesempatan berharga bagi mereka untuk meningkatkan interoperabilitas, membangun kepercayaan, dan memperkuat kemitraan strategis antara US Army dan TNI AD.
****









