Menu

Mode Gelap
Dharma Pongrekun Minta MK Tinjau Ulang UU Kesehatan demi Kedaulatan Bangsa Kisah Ibu di Cilegon: Andalkan Telur Dadar Campur Air, Kini Bersyukur Program MBG Berjalan Lagi Hinca Pandjaitan: Masukan Aktivis Jadi Bahan Penting Penyempurnaan RUU Polri Kaltim lestarikan alat musik tradisional Sampe Dayak sebagai identitas bangsa Dari Hutan Sulawesi ke Panggung Dunia: Kisah Nilam Indonesia yang Menghidupi Ribuan Petani Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK

Warta Internasional

Meresahkan Bertahun-tahun, 100 Bandit Dibom Militer Pakai Jet Tempur

badge-check


					Meresahkan Bertahun-tahun, 100 Bandit Dibom Militer Pakai Jet Tempur Perbesar

Tentara membantai habis lebih dari 100 bandit bahkan dengan menggunakan jet tempur. Hal ini terjadi Nigeria, di mana geng kriminal terus meresahkan warga dan meneror penduduk bertahun-tahun.

Mengutip AFP, Selasa (12/8/2025), badan pemantauan konflik yang dibuat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan militer telah melakukan serangan darat dan udara, di Nigeria barat laut dan tengah, Senin.

Para bandit kerap menyerbu desa-desa, menculik penduduk untuk tebusan dan membakar rumah setelah melakukan penjarahan.

Salah satunya di negara bagian Zamfara. Jet tempur yang berkoordinasi dengan pasukan darat menggempur lebih dari 400 bandit yang berkumpul di kamp hutan Makakkari.

“Serangan militer sebagai respons terhadap banditisme berturut-turut, terutama penculikan, di negara bagian tersebut pada bulan sebelumnya”, kata laporan badan pemantau PBB.

“Setidaknya lebih dari 100 tewas,” tambah laporan itu.

Perlu diketahui krisis bandit di Nigeria berawal dari konflik hak atas tanah dan air antara penggembala dan petani. Kekerasan kemudian meluas berubah menjadi kejahatan terorganisir, dengan geng-geng yang mengacak-acak desa-desa di tengah minimnya kehadiran pemerintah.

Pencurian ternak dan penculikan telah menjadi sumber pendapatan besar di pedesaan yang sebagian besar miskin. Kelompok-kelompok tersebut juga memungut pajak dari petani dan penambang rakyat.

Konflik ini memperburuk masalah malnutrisi di Nigeria wilayah barat laut karena serangan-serangan yang mendorong orang-orang meninggalkan pertanian mereka. Meskipun pengerahan militer untuk memerangi geng-geng kriminal sejak 2015 dan pembentukan pasukan milisi oleh pemerintah negara bagian Zamfara dua tahun lalu, kekerasan tetap berlanjut.

Pada bulan Juli, pasukan Nigeria menewaskan setidaknya 95 anggota geng bersenjata dalam baku tembak dan serangan udara di negara bagian Niger di wilayah barat laut. Namun, militer kewalahan, dengan bandit menyebar dari jantung wilayah barat lautnya hingga ke Nigeria tengah.

Para bandit, yang terutama bermotivasi uang, juga telah meningkatkan kerja sama mereka dengan kelompok-kelompok jihadis Nigeria. Kelompok itu sudah melancarkan pemberontakan bersenjata terpisah yang telah berlangsung selama 16 tahun di wilayah timur laut.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Hutan Sulawesi ke Panggung Dunia: Kisah Nilam Indonesia yang Menghidupi Ribuan Petani

5 Juni 2026 - 05:59 WITA

IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola

3 Juni 2026 - 06:30 WITA

Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan Iduladha Bersama Presiden Prabowo

27 Mei 2026 - 13:37 WITA

Tambang Emas Longsor Kubur Penambang Hidup-Hidup, 28 Tewas

26 Mei 2026 - 03:12 WITA

9 WNI Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki Sebelum Pulang ke RI

23 Mei 2026 - 08:58 WITA

Trending di Warta Internasional