Menu ✖

Mode Gelap
KPK Kembali Panggil Satu Tersangka Korupsi Proyek Jalan BBPJN Sumut Menteri PPPA: Setiap Anak Berhak Dapat Pengasuhan yang Aman Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026 Ingin Masuk Malaysia Secara Ilegal Melalui Batam, Belasan WN Vietnam Diamankan TNI AL Paus Leo serukan perdamaian di Yaman, doakan korban serangan Yordania Mimika Kirim 4 Atlet Junior ke Kejurnas Catur di Banten

Serba Serbi

53 Peserta Lolos Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN, Siap Wujudkan Identitas Bangsa

badge-check


					53 Peserta Lolos Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN, Siap Wujudkan Identitas Bangsa Perbesar

Sebanyak 53 peserta telah berhasil melewati tahap seleksi awal dalam Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Mereka kini bersiap untuk menyusun rancangan desain yang akan menjadi wajah baru kebudayaan Indonesia di masa depan. Proses ini menandai langkah penting dalam mewujudkan visi IKN sebagai pusat peradaban baru.

Para peserta yang lolos akan melanjutkan proses penyusunan karya desain mulai 21 November 2025 hingga 5 Januari 2026. Tahap ini merupakan kelanjutan dari rangkaian sayembara yang dimulai dengan pendaftaran pada awal November lalu. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menekankan pentingnya kreativitas dalam desain ini.

Tujuan utama sayembara ini adalah untuk melahirkan desain yang tidak hanya estetik, tetapi juga mampu menciptakan ruang publik yang memperkuat kebanggaan nasional. Pusat kebudayaan ini diharapkan dapat menghidupkan ekosistem seni-budaya serta menjadi pusat interaksi inklusif bagi masyarakat luas. Lokasi strategisnya berada di sumbu kebangsaan IKN.

Proses Seleksi dan Tahapan Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN

Rangkaian Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN dimulai dengan pendaftaran pada 5-15 November, diikuti verifikasi kelengkapan dokumen peserta pada 16 November. Penjelasan teknis atau aanwijzing kepada peserta telah dilaksanakan pada 21 November, menyelaraskan pemahaman mereka dengan visi besar proyek.

Setelah itu, para peserta yang lolos akan fokus pada penyusunan karya desain mulai 21 November 2025 hingga 5 Januari 2026. Pengumpulan karya desain dijadwalkan antara 10 Desember hingga 5 Januari 2026, menandai berakhirnya tahap kreatif peserta dalam sayembara ini.

Proses penjurian akan berlangsung ketat, dimulai dengan Tahap I pada 9-10 Januari, dilanjutkan Tahap II-A pada 14-15 Januari. Pengumuman nominator hasil penjurian Tahap II-A akan dilakukan pada 16 Januari. Presentasi nominator dan penjurian Tahap II-B dijadwalkan pada 22 Januari, dengan penetapan pemenang pada 23 Januari dan penyerahan hadiah pada 30 Januari 2026.

Visi dan Fungsi Pusat Kebudayaan di IKN

Penyelenggaraan Aanwijzing Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN menjadi langkah krusial dalam menyelaraskan pemahaman peserta. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa, “Kreativitas para peserta menjadi kunci dalam melahirkan desain yang mencerminkan semangat Indonesia untuk lebih maju di masa depan.”

Kawasan pusat kebudayaan ini akan dibangun pada satu garis lurus di sumbu kebangsaan, berdampingan dengan Istana Negara, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Otorita IKN, dan Masjid Negara. Area ini akan terdiri atas dua plaza utama: Plaza Demokrasi dan Plaza Adi Budaya.

Kedua plaza tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas kunci yang mendukung ekosistem budaya di IKN, seperti museum, perpustakaan sebagai pusat transformasi pengetahuan, galeri seni, serta gelanggang olahraga. Fasilitas ini dirancang untuk memperkaya pengalaman budaya dan interaksi masyarakat.

Basuki berharap Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN ini dapat menghasilkan rancangan yang tidak hanya estetik, tetapi juga mampu menciptakan ruang publik yang memperkuat kebanggaan nasional, menghidupkan ekosistem seni-budaya, dan menjadi pusat interaksi inklusif. Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan, mengajak peserta agar desain yang dihasilkan mampu mewakili jiwa Nusantara.

Ia menambahkan, “Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang peduli pusat kebudayaan. Ketika orang datang ke IKN, mereka harus merasakan Indonesia ada di sini. Hal ini tentu membutuhkan konsentrasi dan kreativitas.”

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026

26 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Trending di Serba Serbi