Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Utama

23 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

badge-check


					23 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin Perbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta atau turun sebesar 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Jadi tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 mencapai 8,25% atau turun 0,22 persen basis point dibandingkan Maret 2025.

“Sejak Maret 2023 hingga September 2025, jumlah dan tingkat kemiskinan terus turun,” ungkap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

BPS mencatat kemiskinan di Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa mencapai 12,32 juta penduduk atau 52,75% dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia. sementara jumlah penduduk miskin yang paling sedikit di Pulau Kalimantan sebesar 880 ribu orang atau sekitar 3,76%.

“Jika dibandingkan Maret 2025, penurunan tingkat kemiskinan yang paling dalam terjadi di Maluku dan Papua yang turun 0,86 persen basis poin,” terangnya.

Dalam menyusun tingkat kemiskinan di Indonesia BPS menggunakan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang menggunakan pendekatan pengeluaran di level rumah tangga yang dilakukan secara individu maupun bersama-sama dalam satu rumah tangga.

“Dalam pencatatan Susenas pengeluaran individu membeli makanan Jadi dapat dilakukan oleh masing-masing anggota keluarga tetapi pengeluaran-pengeluaran lain seperti pengeluaran untuk beli beras, sewa rumah, listrik, bahan bakar menjadi pengeluaran bersama dalam rumah tangga,” terang Amalia.

Dari pendekatan tersebut, BPS menerjemahkan garis kemiskinan per kapita menjadi garis kemiskinan per rumah tangga dan pada September 2025 secara rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia terdapat 4,76 anggota keluarga sehingga garis kemiskinan per rumah tangga miskin adalah Rp3.053.269 per rumah tangga.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat

31 Juli 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Utama