Menu

Mode Gelap
Pemda Buru dan Pemilik Lahan Sepakat Akhiri Konflik Warga Peduli Kesehatan Warga Pedalaman, Satgas Banau Jemput Bola Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi Crane Proyek Kereta Cepat Roboh, Sedikitnya 22 Orang Tewas Sisa Kuota Internet Hangus, Dua Warga Wadul MK Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji

Warta Nusantara

Wali Kota Bontang Tolak Pemangkasan DBH 2026

badge-check


					Wali Kota Bontang Tolak Pemangkasan DBH 2026 Perbesar

Wali Kota Bontang Neni Moernaeni melayangkan surat penolakan kebijakan pemangkasan anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat pada 2026 mendatang.

Kepada awak media Neni juga mengaku akan menggalang dukungan ke daerah lain. Terlebih Bontang sangat tergantung dengan dana transfer pusat.

Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Bontang menghitung asumsi pengurangan dana transfer bisa mencapai Rp500 miliar. Angka besar itu akan berpengaruh terhadap rencana Pemkot Bontang pada 2026 mendatang.

“Kami dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pusat akan bersuara. Menolak kebijakan pemangkasan anggaran daerah yang bergantung pada dana transfer,” ujar Neni Moernaeni.

Bahkan suara ini juga sudah disampaikan ke Ketua Komite I DPD Republik Indonesia untuk menyampaikan ke Kementerian Keuangan agar bisa melihat dampak akibat pemangkasan anggaran.

Terlebih Bontang ini merupakan kawasan industri. Dimana perlu ada perhatian lebih dengan tingkat kerawanan resiko berat yang dihadapi.

“Kami minta kebijaksanaan. Karena ini untuk masyarakat. Banyak program yang mau dijalankan,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, asumsi dana transfer berkurang senilai Rp500 miliar. Walhasil APBD Bontang pada 2026 hanya sekitar Rp2,8 triliun.

Padahal pada 2025 ini dalam penetapan APBD Perubahan ditetapkan Rp3,1 triliun. Neni mengaku berat untuk Bontang mencapai kemajuan yang pesat dengan adanya pengurangan anggaran.

“Kalau tidak dikasih uang. Paling tidak bisa diberikanlah bentuk program. Atau Bankeu Provinsi Kaltim bisa mengakomodasi program penanganan banjir serta jalan rusak,” pungkasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Rakyat di Biak Numfor

14 Januari 2026 - 02:30 WITA

Usai Resmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Senilai Rp123 Triliun, Presiden Prabowo Tinjau Progres Pembangunan IKN

13 Januari 2026 - 06:37 WITA

Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem

12 Januari 2026 - 09:24 WITA

Masjid Negara di IKN Dipakai Perdana, Interiornya Bikin Takjub

12 Januari 2026 - 05:09 WITA

BKN minta seluruh pemda segera terapkan manajemen talenta ASN

9 Januari 2026 - 06:22 WITA

Trending di Warta Nusantara