Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Warta Nusantara

Udang Beku RI Tercemar Radioaktif, Menteri Hanif Heran

badge-check


					Udang Beku RI Tercemar Radioaktif, Menteri Hanif Heran Perbesar

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penelusuran terkait dugaan pencemaran pada udang beku asal Indonesia, setelah otoritas Amerika Serikat (AS) menemukan indikasi kontaminasi bahan radioaktif Cesium-137.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, hasil pemeriksaan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menunjukkan pabrik pengolahan udang beku berada di Cikande, sementara bahan bakunya berasal dari Lampung.

“Menteri KKP sudah melakukan kunjungan ke situ dan diindikasi ada sumber-sumber Cesium-137 dari unsur radioaktif yang ditemukan di sana,” kata Menteri Hanif seperti dilansir dari Antara, Jumat (22/8/2025).

“Ini memang agak aneh, nanti kami akan telusuri sampai tuntas, soalnya ini berbahaya buat kita semua, kok tiba-tiba ada Cesium di pengolahan udang, kami sebentar lagi ke sana,” tambahnya.

Hanif pun berencana meninjau langsung pabrik pengolahan udang tersebut hari ini dan segera menurunkan tim ahli untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Tapi yang jelas kita harus sampai dapat sumbernya, supaya tidak menimbulkan keresahan kita semua. Tidak menimbulkan kerugian cukup besar nantinya di bidang ekspor,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat mengumumkan adanya kandungan Cesium-137 pada udang beku ekspor asal Indonesia.

Selain itu, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (US Customs & Border Protection/CBP) mendeteksi Cesium-137 di kontainer pengiriman di empat pelabuhan berbeda, yakni Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.

Sebagai tindak lanjut, FDA menghentikan impor produk olahan PT Bahari Makmur Sejati setelah perusahaan itu diduga terkontaminasi Cesium-137, hingga perusahaan dinilai mampu mengatasi persoalan tersebut.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak

23 April 2026 - 13:30 WITA

Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

22 April 2026 - 11:36 WITA

Teleponan dengan PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Urea ke Australia

22 April 2026 - 07:53 WITA

Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI

22 April 2026 - 07:23 WITA

KLH Kejar Denda 1.369 Perusahaan Biang Kerok Bencana

21 April 2026 - 05:56 WITA

Trending di Warta Nusantara