Menu

Mode Gelap
Diva Raih Emas di Kejuaraan Lompat Galah Taiwan Pemerintah Percepat 104 Sekolah Rakyat, Jangkau 112 Ribu Anak Miskin Ekstrem Berburu Kuliner Tradisional Pasar Medang Candi Prambanan KRI Prabu Siliwangi Tiba di Tanah Air, Langkah Besar Perkuat Pertahanan Maritim Arab Saudi Perketat Kepulangan Jemaah Umrah, Overstay Bisa Kena Sanksi Eks Penyidik KPK Kritik Tajam Status Tahanan Rumah Yaqut

Warta Utama

Siswa SD di Pelosok Garut Menantang Maut untuk ke Sekolah, Merangkak di Pohon Demi Menyeberangi Jembatan Roboh

badge-check


					Siswa SD di Pelosok Garut Menantang Maut untuk ke Sekolah, Merangkak di Pohon Demi Menyeberangi Jembatan Roboh Perbesar

Jabar, infokatulistiwanews.com – Perjuangan para siswa SD di pelosok Garut, Jawa Barat demi bisa bersekolah bukanlah perjuangan yang kaleng-kaleng. Mereka harus nekat menantang maut dengan menyeberangi jembatan ambruk menggunakan batang pohon bambu sambil merangkak untuk bisa sampai ke sekolah.

Berdasarkan informasi, upaya yang dilakukan mereka bukanlah kali pertama, melainkan sudah hampir 1 bulan karena jembatan putus diterjang cuaca buruk. Pasalnya, jembatan penghubung antar Desa yang berada di Kampung Cipari, Desa Sukamulya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, telah ambruk hampir 1 bulan lamanya.

Sehingga, para murid SD yang hendak bersekolah dan warga yang beraktivitas, harus rela menyeberang sungai. Caranya dengan merangkak di atas pohon bambu.

Upaya yang dilakukan para murid SD ini tentu berbahaya, karena jika saja siswa terjatuh ke dasar sungai minimal mereka akan terluka. Selain itu, mereka bisa mengalami patah tulang.

Niat mengemban ilmu para pelajar ini mengalahkan rasa takut ketika mereka menyeberangi sungai. Upaya membuat jembatan darurat sebenarnya telah dilakukan, namun sayang karena tanah yang labil jembatan darurat itu kembali roboh.

“Tidak ada jembatan lagi, lewati pohon sama bambu ini lumayan takut. Ya harus memaksa kalau tidak, tidak bisa bersekolah,” jelas Muid, salah satu siswa, Selasa (10/3/2026).

Selain akses untuk ke sekolah para murid, jembatan yang roboh diterjang cuaca buruk ini merupakan jalan penghubung warga Desa Sukamulya menuju Desa Pancasura. Dampak putusnya jembatan membuat aktivitas warga terganggu. Terutama, para petani yang hendak ke sawah harus ikut cara murid SD merangkak diatas pohon bambu yang ditebang.

Sebetulnya ada jalan lain yang lebih aman untuk bisa diakses, tapi sayang jaraknya sangat jauh dan memutar. Karena itu, mereka para murid dan warga memilih menantang maut merayap di batang pohon agar cepat sampai ditujuan sekolah dan tempat aktivitas.

Ambruknya jembatan ini telah dilaporkan kepada Pemerintah Kecamatan hingga Kabupaten. Namun, meski telah 1 bulan akses warga terganggu, rencana perbaikan jembatan atau pembangunan jembatan baru masih belum ada pembahasan dari pihak terkait.

Red~ IKN

Source: HarapanRakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hangatnya Lebaran di Istana, Presiden Prabowo Sapa Ribuan Warga dalam Gelar Griya 1447 H

22 Maret 2026 - 09:59 WITA

Laporan Ungkap Dugaan Kerja Paksa Industri Tuna Indonesia yang Ekspor ke Australia

21 Maret 2026 - 11:26 WITA

Zakat Maal Keluarga dr Hakim Pohan ke BMH Bahagiakan Anak Pemulung di TPQ Kusuma

20 Maret 2026 - 07:11 WITA

Puspom TNI Tahan Empat Personel Terduga Penyiram Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

18 Maret 2026 - 09:46 WITA

Masyarakat Adat Poco Leok Kalahkan Bupati Manggarai di PTUN Kupang

16 Maret 2026 - 09:08 WITA

Trending di Warta Utama