Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Entertainment

Reza angkat kisah anak tunanetra dalam film pendek “Annisa”

badge-check


					Reza angkat kisah anak tunanetra dalam film pendek “Annisa” Perbesar

Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian mengangkat kisah seorang anak perempuan tunanetra dalam film pendek “Annisa” yang menjadi bagian dari program Next Step Studio Indonesia.

“Ini cerita tentang seorang anak perempuan yang punya mimpi untuk bernyanyi di panggung, tanpa melihat apakah itu panggung besar atau kecil,” kata Reza dalam konferensi pers Next Step Studio Indonesia di Institut Français Indonesia (IFI) Thamrin, Jakarta, Selasa.

Reza mengatakan film tersebut berfokus pada sosok anak yang memiliki keterbatasan penglihatan, namun tetap memiliki mimpi untuk tampil di atas panggung.

Menurutnya, cerita tersebut terinspirasi dari sosok nyata yang ditemuinya saat proses syuting proyek lain. Ia mengaku terkesan dengan semangat hidup yang ditunjukkan anak tersebut.

“Saya jatuh cinta pada semangat dan spirit hidupnya, lalu mencoba menceritakan kisahnya,” ujarnya.

Film “Annisa” merupakan salah satu dari empat film pendek yang akan tayang perdana dalam program La Semaine de la Critique pada Festival Film Cannes 2026. Film ini digarap Reza bersama sineas Filipina Sam Manacsa.

Dalam proses penggarapan, Reza Rahadian juga melibatkan aktris Nazira C. Noer untuk memerankan tokoh ibu dari karakter utama, yang dipilih karena dinilai memiliki kemiripan dengan sosok ibu dari tokoh yang menjadi inspirasi cerita.

“Waktu itu pas melihat ibu dari anak ini yang bernama Anissa, mukanya mirip banget sama Nazira, jadi gak ada kandidat lain waktu itu selain memilih Nazira C. Noer sebagai ibunya,” kata Reza.

Reza menambahkan pendekatan penyutradaraan dalam film ini dilakukan secara sederhana dengan menitikberatkan pada kekuatan visual dan emosi cerita.

Ia mengaku tidak berangkat dari konsep besar, melainkan dari upaya merangkai gambar demi gambar untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan.

“Saya mencoba menceritakan kisah ini dengan sederhana, merangkai gambar demi gambar menjadi sebuah cerita,” katanya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, aktris Nazira C. Noer mengaku mendapatkan pengalaman emosional selama proses syuting film tersebut, terutama saat berinteraksi langsung dengan sosok Annisa yang menjadi inspirasi cerita.

Nazira mengatakan ia sempat tersentuh melihat bagaimana Annisa, yang memiliki keterbatasan penglihatan, tetap mampu menjalani proses akting dengan penuh semangat.

“Saat syuting, bahkan di balik layar saja saya sampai menangis melihat bagaimana dia berusaha memahami emosi dan adegan yang harus dimainkan,” kata Nazira.

Ia juga menilai pendekatan penyutradaraan Reza Rahadian memberi ruang bagi Annisa untuk berkembang tanpa diperlakukan sebagai sosok yang terbatas.

“Annisa tidak dilihat sebagai orang dengan keterbatasan, tapi sebagai pribadi yang mampu. Itu yang membuat dia jadi lebih kuat,” ujarnya.

Menurut Nazira, salah satu momen yang paling membekas adalah ketika ibu Annisa memberi semangat kepada anaknya di tengah proses pengambilan adegan.

“Ada momen ibunya membisikkan ‘ini hari yang baru’ untuk menyemangati dia. Itu sangat menyentuh,” katanya.

Program Next Step Studio Indonesia mempertemukan sineas Indonesia dengan pembuat film dari Asia Tenggara untuk menghasilkan karya film pendek yang akan dipresentasikan di panggung internasional.

Selain “Annisa”, tiga film lain dalam program ini adalah “Holy Crowd”, “Original Wound”, dan “Mothers Are Mothering”, turut dijadwalkan tayang perdana di Cannes.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Film “Lobang Buaya” dijadwalkan ditayangkan di bioskop mulai 1 Oktober 2026

29 Agustus 2026 - 11:12 WITA

Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Artis Revaldo Dijerat Pasal Berlapis

26 Agustus 2026 - 05:58 WITA

Pameran Asrul Sani Telusuri Perjalanan Kreatif Maestro Film Indonesia

22 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Ratna Sari Dewi Soekarno Hadiri HUT RI ke 81 di Istana Negara

20 Agustus 2026 - 05:12 WITA

Sejumlah Artis yang Hadir di Upacara Peringatan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan HUT RI Ke-81

17 Agustus 2026 - 07:17 WITA

Trending di Warta Entertainment