Menu

Mode Gelap
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan Iduladha Bersama Presiden Prabowo Berkah Iduladha, Rusdi Raup Rezeki Kertas Bekas Alas Salat Id KPK ungkap Harno Trimadi terima gratifikasi dari kepala Balai Kemenhub Wapres Gibran sapa masyarakat usai shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat kepada Seribu Perwira Siswa TNI dan Polri Mantan Bupati Taliabu Aliong Mus Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Senilai Rp17,5 M

Warta Entertainment

Reza angkat kisah anak tunanetra dalam film pendek “Annisa”

badge-check


					Reza angkat kisah anak tunanetra dalam film pendek “Annisa” Perbesar

Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian mengangkat kisah seorang anak perempuan tunanetra dalam film pendek “Annisa” yang menjadi bagian dari program Next Step Studio Indonesia.

“Ini cerita tentang seorang anak perempuan yang punya mimpi untuk bernyanyi di panggung, tanpa melihat apakah itu panggung besar atau kecil,” kata Reza dalam konferensi pers Next Step Studio Indonesia di Institut Français Indonesia (IFI) Thamrin, Jakarta, Selasa.

Reza mengatakan film tersebut berfokus pada sosok anak yang memiliki keterbatasan penglihatan, namun tetap memiliki mimpi untuk tampil di atas panggung.

Menurutnya, cerita tersebut terinspirasi dari sosok nyata yang ditemuinya saat proses syuting proyek lain. Ia mengaku terkesan dengan semangat hidup yang ditunjukkan anak tersebut.

“Saya jatuh cinta pada semangat dan spirit hidupnya, lalu mencoba menceritakan kisahnya,” ujarnya.

Film “Annisa” merupakan salah satu dari empat film pendek yang akan tayang perdana dalam program La Semaine de la Critique pada Festival Film Cannes 2026. Film ini digarap Reza bersama sineas Filipina Sam Manacsa.

Dalam proses penggarapan, Reza Rahadian juga melibatkan aktris Nazira C. Noer untuk memerankan tokoh ibu dari karakter utama, yang dipilih karena dinilai memiliki kemiripan dengan sosok ibu dari tokoh yang menjadi inspirasi cerita.

“Waktu itu pas melihat ibu dari anak ini yang bernama Anissa, mukanya mirip banget sama Nazira, jadi gak ada kandidat lain waktu itu selain memilih Nazira C. Noer sebagai ibunya,” kata Reza.

Reza menambahkan pendekatan penyutradaraan dalam film ini dilakukan secara sederhana dengan menitikberatkan pada kekuatan visual dan emosi cerita.

Ia mengaku tidak berangkat dari konsep besar, melainkan dari upaya merangkai gambar demi gambar untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan.

“Saya mencoba menceritakan kisah ini dengan sederhana, merangkai gambar demi gambar menjadi sebuah cerita,” katanya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, aktris Nazira C. Noer mengaku mendapatkan pengalaman emosional selama proses syuting film tersebut, terutama saat berinteraksi langsung dengan sosok Annisa yang menjadi inspirasi cerita.

Nazira mengatakan ia sempat tersentuh melihat bagaimana Annisa, yang memiliki keterbatasan penglihatan, tetap mampu menjalani proses akting dengan penuh semangat.

“Saat syuting, bahkan di balik layar saja saya sampai menangis melihat bagaimana dia berusaha memahami emosi dan adegan yang harus dimainkan,” kata Nazira.

Ia juga menilai pendekatan penyutradaraan Reza Rahadian memberi ruang bagi Annisa untuk berkembang tanpa diperlakukan sebagai sosok yang terbatas.

“Annisa tidak dilihat sebagai orang dengan keterbatasan, tapi sebagai pribadi yang mampu. Itu yang membuat dia jadi lebih kuat,” ujarnya.

Menurut Nazira, salah satu momen yang paling membekas adalah ketika ibu Annisa memberi semangat kepada anaknya di tengah proses pengambilan adegan.

“Ada momen ibunya membisikkan ‘ini hari yang baru’ untuk menyemangati dia. Itu sangat menyentuh,” katanya.

Program Next Step Studio Indonesia mempertemukan sineas Indonesia dengan pembuat film dari Asia Tenggara untuk menghasilkan karya film pendek yang akan dipresentasikan di panggung internasional.

Selain “Annisa”, tiga film lain dalam program ini adalah “Holy Crowd”, “Original Wound”, dan “Mothers Are Mothering”, turut dijadwalkan tayang perdana di Cannes.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ayu Azhari Ingin Film Suamiku Lukaku Bikin Perempuan Berani Lawan KDRT

26 Mei 2026 - 03:13 WITA

Sibuk di Dunia Entertainment, 4 Artis Ini Tetap Sukses Raih Gelar Magister dan Doktor

19 Mei 2026 - 02:16 WITA

Laut Bercerita Masuk Program HAF Goes Cannes 2026

15 Mei 2026 - 08:29 WITA

Erika Carlina Ungkap Tantangan Bangun Chemistry di Film ‘JANGAN BUANG IBU’

12 Mei 2026 - 07:23 WITA

Dua Karya Teater Indonesia Tembus Biennale Venesia 2026

8 Mei 2026 - 04:33 WITA

Trending di Warta Entertainment