Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Daerah

Produktif di Tengah Kemarau, Lapas Namlea Sukses Panen Cabai Rawit

badge-check


					Produktif di Tengah Kemarau, Lapas Namlea Sukses Panen Cabai Rawit Perbesar

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali melanjutkan tren positif dalam program pembinaan kemandirian. Meskipun di tengah kemarau panjang Lapas Namlea sukses memanen 12,5 Kilogram Cabai Rawit hasil dari budidaya mandiri yang dilakukan oleh warga binaan di lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), Senin (21/9/2026).

Panen tersebut dilakukan oleh Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Sofian Ahmad, didampingi staf pembinaan, dan juga kelompok tani warga binaan di lahan sebesar 1400 m2.

“Cabai Rawit adalah salah satu komoditas tanaman holtikultura yang dibudidayakan oleh warga binaan selain buncis, tomat, jagung, dan juga semangka. Dari segi kualitas panen, tanaman ini berhasil dirawat oleh warga binaan dengan kualitas yang memuaskan walaupun dalam kondisi kekeringan seperti sekarang ini,” tutur Sofian.

Ia mengatakan konsistensi panen yang dilakukan Lapas Namlea tersebut sejatinya merupakan implementasi dari 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyrakatan terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Melalui kegiatan pembinaan kemandirian dalam sektor pertanian, Lapas Namlea berkomitmen mendukung program pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stok bahan pangan.

“Lapas bukan hanya tempat untuk menjalani hukuman melainkan sebuah tempat untuk berbenah dan dibina sehingga akhirnya warga binaan ikut berkontribusi dalam lingkungan masyarakat. Dengan kegiatan pertanian seperti ini, warga binaan menunjukkan bahwa mereka memiliki spirit dan semangat yang tinggi untuk meningkatkan kualitas diri,” tambah Sofian.

Cabai Rawit yang ditanam sejak bulan Juni itu dirawat warga binaan berbekal dengan skill dan ilmu pertanian secara otodidak. Panen cabai rawit yang dilaksanakan kali ini merupakan panen perdana dan akan kembali dipanen dalam beberapa hari mendatang.

“Kebetulan sebelum masuk di Lapas, saya sudah malang melintang dalam dunia pertanian di tempat tinggal saya dan karena hal itu saya sangat bersyukur bisa ditempatkan pada kegiatan pembinaan yang sesuai dengan bakat dan kelebihan saya,” ungkap TW, warga binaan yang ditunjuk menjadi pemuka kegiatan industri pertanian di Lapas Namlea.

Hasil panen Cabai Rawit ini akan didistribusikan ke pasaran terutama ke pengepul-pengepul sayuran. Omsetnya akan dibagi menjadi premi warga binaan dan sebagiannya akan dimasukkan ke mas modal serta sumber pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hasil kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

GAMKI Mengabdi 2026 Layani 120 Lansia di Itawaka, Dorong Deteksi Dini Penyakit

11 Oktober 2026 - 04:56 WITA

Trending di Warta Daerah