Menu

Mode Gelap
Polemik Tutup-Buka Penyeberangan Perintis di NTT Prajurit Batalyon Hanud 11 Pasgat Laksanakan Lintas Medan Tingkatkan Ketangkasan dan Jiwa Korsa BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan

Warta Internasional

PBB apresiasi peran Indonesia dalam bela HAM di tingkat global

badge-check


					PBB apresiasi peran Indonesia dalam bela HAM di tingkat global Perbesar

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia mengapresiasi peran Indonesia dalam membela Hak Asasi Manusia (HAM) di tingkat global.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Indonesia, Thandie Mwape, dalam rangka memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia 2025 yang diperingati setiap 19 Agustus.

“Di Hari Kemanusiaan Sedunia ini, kami mengenang mereka yang telah membayar harga tertinggi demi kemanusiaan. Kami juga mengapresiasi Indonesia sebagai tempat yang aman serta atas perannya dalam membela hak asasi manusia di tingkat global,” kata Mwape sebagaimana dikutip dari pernyatannya di Jakarta, Rabu.

Mwape menegaskan bahwa tindakan yang menormalisasi kekerasan terhadap pekerja kemanusiaan tidak dapat diterima dan mengancam fondasi dari kerja kemanusiaan itu sendiri, yang bertujuan menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

PBB di Indonesia menjadikan peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia, sebagai momentum untuk mengingat dan menghormati keberanian serta komitmen para pekerja kemanusiaan yang mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan orang lain di tengah krisis.

Pada 2023, komunitas kemanusiaan global menghadapi tahun paling mematikan dalam catatan sejarah, dengan 420 pekerja kemanusiaan terbunuh akibat kekerasan. Angka ini meningkat drastis sebesar 169 persen dibandingkan 2022, ketika ada 248 pekerja kemanusiaan yang kehilangan nyawa.

Tren ini berlanjut hingga 2025, dengan 844 pekerja kemanusiaan terbunuh sejak tahun lalu hingga 17 Agustus, yang semakin menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi mereka yang berada di garis depan krisis.

Konflik yang masih berlangsung di Gaza telah menjadi lokasi paling mematikan bagi pekerja kemanusiaan, dengan lebih dari 250 orang terbunuh sejak Oktober 2023. Kekerasan ekstrem di Sudan dan Sudan Selatan juga terus menambah angka korban, baik sepanjang tahun 2023 maupun hingga 2024.

Dalam peringatan tahun ini, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan bahwa pekerja kemanusiaan adalah garis hidup terakhir bagi lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia yang terjebak dalam konflik atau bencana.

Namun, Gutteres menyoroti pendanaan untuk pekerja kemanusiaan kian menipis dan mereka yang menyalurkan bantuan kemanusiaan semakin sering menjadi sasaran serangan.

“Hukum internasional sangat jelas: pekerja kemanusiaan harus dihormati dan dilindungi. Mereka tidak boleh dijadikan target serangan,” tegas Gutteres.

Adapun untuk memperingati Hari Kemanusiaan, PBB Indonesia bersama organisasi-organisasi kemanusiaan akan menyelenggarakan “Humanitarian Night” di Pos Bloc, Jakarta Pusat, pada 22 Agustus. Acara ini akan menampilkan pertunjukan budaya, talk showkemanusiaan, musik, serta pameran yang menampilkan karya berbagai organisasi kemanusiaan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Spanyol Hadapi Gelombang Panas Ketiga, Suhu Bisa Capai 45 Derajat Celsius

19 Juli 2026 - 06:12 WITA

Kelab Malam di Thailand Terbakar Habis, 27 Orang Tewas-22 Kritis

13 Juli 2026 - 06:49 WITA

2 Jet Tempur Tabrakan di Udara Gegara Pilot Selfie, AU Minta Maaf

6 Juli 2026 - 03:29 WITA

Korea Selatan Gratiskan Biaya Visa Buat Turis

2 Juli 2026 - 06:28 WITA

Malaysia Turunkan Harga BBM per 1 Juli

28 Juni 2026 - 10:26 WITA

Trending di Warta Internasional