Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Nusantara

Panglima TNI Jamin Prajurit Mabuk Aniaya Guru di Talaud Diproses Hukum

badge-check


					Panglima TNI Jamin Prajurit Mabuk Aniaya Guru di Talaud Diproses Hukum Perbesar

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan prajurit TNI Angkatan Laut yang terlibat kasus penganiayaan terhadap seorang guru di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Agus mengatakan, pimpinan TNI AL telah mengambil langkah penanganan, baik secara internal maupun eksternal, atas kasus tersebut.

“Sudah. Jadi, KSAL sudah membuat langkah-langkah ke dalam dan ke luar. Ya ke dalamnya nanti akan diproses, kemudian ke luarnya sudah minta maaf ke keluarganya,” kata Agus, di Gedung DPR RI, Senin (26/1/2026).

Menanggapi informasi bahwa penganiayaan tersebut dipicu oleh kondisi prajurit yang diduga mabuk, Agus menegaskan bahwa TNI tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin maupun tindakan melawan hukum.

“Iya, pokoknya kalau berbuat yang tidak sesuai, akan kita tindak tegas ya. Masih banyak prajurit yang baik,” kata dia.

Saat ditanya mengenai kemungkinan sanksi pemecatan terhadap pelaku, Panglima TNI menyatakan, sanksi akan ditentukan berdasarkan tingkat kesalahan dan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Ya nanti kita lihat, kan tidak langsung dipecat lah. Kita lihat kesalahannya apa. Ada, ada langkah-langkahnya juga dalam penyelesaian hukum ya,” ujar Agus.

Sebagai informasi, kasus penganiayaan tersebut menimpa Berkam Sawiduling, seorang guru SMK di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Peristiwa bermula saat korban menegur sekelompok oknum anggota TNI AL yang diduga dalam kondisi mabuk. Identitas lima oknum anggota TNI AL yang terlibat telah terungkap, yakni Trisma, Niko T, Idil, Mario, serta satu orang lainnya berinisial M.

Komandan Kodarmada VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi memastikan seluruh oknum yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Atas nama pemimpin TNI AL, kami tidak mentolerir segala bentuk tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI AL,” tegas Dery, Senin (26/1/2026).

Dery mengatakan, peristiwa bermula saat korban sedang memancing di area Pelabuhan Melonguane.

Pada saat itu, sekelompok orang datang sambil berteriak-teriak dalam kondisi diduga mabuk.

Korban kemudian menyadari bahwa kelompok tersebut merupakan oknum anggota Lanal Melonguane.

Merasa terganggu, korban menegur para oknum tersebut sambil merekam kejadian menggunakan telepon seluler.

“Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh, tapi tetap dipukul dalam posisi terjatuh,” ungkap korban.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka dan dilarikan ke RS Mala untuk mendapatkan perawatan medis.

Insiden kemudian berlanjut pada sekitar pukul 01.00 Wita ketika sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, situasi justru memanas dan kembali terjadi pemukulan. Sebanyak enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.

Dery menyampaikan bahwa seluruh oknum TNI AL yang terlibat saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer TNI Angkatan Laut.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara