Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Utama

Kisah Dua Lansia Disabilitas Magetan Bertahan Hidup di Rumah Nyaris Roboh

badge-check


					Kisah Dua Lansia Disabilitas Magetan Bertahan Hidup di Rumah Nyaris Roboh Perbesar

Di sebuah rumah tua yang nyaris roboh di Dusun Gangsiran, Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, dua perempuan lanjut usia penyandang disabilitas menjalani hari-hari dengan penuh keterbatasan. Selama puluhan tahun, mereka bertahan hidup mengandalkan bantuan pemerintah dan kepedulian warga sekitar.

Kedua perempuan itu adalah Satinem, 70, penyandang tuna netra, dan adiknya, Jinem, 65, penyandang tuna rungu. Meski sama-sama memiliki keterbatasan fisik, kakak beradik tersebut saling melengkapi dan menjadi penopang satu sama lain di usia senja.

Satinem yang tidak lagi dapat melihat lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Sementara itu, Jinem masih berusaha bekerja semampunya. Setiap hari ia mencari rumput untuk memberi makan dua ekor kambing yang mereka pelihara, dengan harapan ternak tersebut dapat berkembang biak dan menjadi sumber penghidupan di kemudian hari.

“Ya nyari rumput tiap hari buat pakan kambing ini, kadang ada yang ngasih makanan,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Di balik keterbatasan itu, keduanya saling bergantung. Jinem menjadi penuntun bagi sang kakak saat beraktivitas, sedangkan Satinem setia menemani adiknya menjalani keseharian. Kebutuhan hidup mereka sebagian besar dipenuhi dari bantuan sembako dan uluran tangan masyarakat.

Namun, persoalan terbesar yang mereka hadapi bukan hanya soal ekonomi, melainkan kondisi rumah yang semakin lapuk dimakan usia. Dari seluruh bagian bangunan, hanya ruang tamu yang masih dianggap cukup aman untuk ditempati. Ruangan itu kini difungsikan sebagai tempat tidur sekaligus dapur karena mereka khawatir bagian dapur yang rapuh sewaktu-waktu ambruk saat hujan deras atau diterpa angin kencang.

Harapan Jinem pun sangat sederhana. Ia hanya ingin memiliki rumah yang lebih layak agar dapat menjalani hari-hari tanpa rasa waswas.

“Saya hanya berharap ada bantuan. Siapa saja yang ikhlas membantu, baik dari pemerintah maupun masyarakat, semoga ada yang mau memperbaiki rumah kami supaya lebih aman ditempati,” harapnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan

19 Oktober 2026 - 02:57 WITA

Muhammad Saidil, Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Km Demi Bawa Ayah Berobat ke RSUD Sigli

16 Oktober 2026 - 02:50 WITA

Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas

11 Oktober 2026 - 04:57 WITA

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Menyerah dalam Membela Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan Rakyat

7 Oktober 2026 - 03:23 WITA

SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur

2 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Trending di Warta Utama