Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Daerah

KDM : Alih Fungsi Lahan Biang Keladi Bencana di Kabupaten Bogor

badge-check


					KDM : Alih Fungsi Lahan Biang Keladi Bencana di Kabupaten Bogor Perbesar

Cuaca ekstrem yang mengakibatkan bencana alam di Kabupaten Bogor dinilai akibat alih fungsi lahan di kawasan serapan air dan perbukitan menjadi pemicu beberapa kejadian di Bumi Tegar Beriman.

Pernyataan ini disampaikan secara tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, Selasa (5/5/2026).

“Saya sangat memahami berbagai problem kerusakan alam di Kabupaten Bogor. Banyak banjir dan longsor itu disebabkan perubahan tata ruang,” ungkapnya.

KDM mengatakan, kawasan lahan hijau yang semestinya memiliki fungsi sebagai resapan air namun yang terjadi alih fungsi.

Alih fungsi skala besar merubah tata ruang. Dampaknya, tidak hanya dirasakan di wilayah Bogo saja,, tetapi juga dirasakan ke wilayah lain di hilir seperti Jakarta, Bekasi, dan Karawang.

Gubernur Dedi Mulyadi pun menyorot wilayah Kecamatan Sukamakmur. Kata dia di wilayah timur Kabupaten Bogor tersebut mengalami perubahan yang sangat signifikan.

Perbukitan di wilayah tersebut banyak berubah menjadi kavling, perumahan, maupun objek wisata sehingga memperbesar risiko longsor dan meluapnya aliran sungai yang berdampak hingga ke daerah bawah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah berupaya mengembalikan fungsi tata ruang di Bogor agar keseimbangan lingkungan dapat dipulihkan.

“Kami berusaha mengembalikan tata ruang Bogor agar gunung, aliran sungai, dan danau tetap terjaga, sehingga bencana tidak datang setiap waktu,” kata KDM.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah