Menu

Mode Gelap
Crane Proyek Kereta Cepat Roboh, Sedikitnya 22 Orang Tewas Sisa Kuota Internet Hangus, Dua Warga Wadul MK Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji Wapres Gibran Tinjau Sekolah Rakyat di Biak Numfor ‘Suka Duka Tawa’: Saat Humor Menjadi Bahasa Rekonsiliasi Keluarga Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp40 M, Kejati Kalteng Geledah Kantor KPU Kotim

Warta Daerah

Jalan Rusak Parah, Warga Renah Pemetik Jalan Kaki Tandu Jenazah Hampir 10 Kilometer

badge-check


					Jalan Rusak Parah, Warga Renah Pemetik Jalan Kaki Tandu Jenazah Hampir 10 Kilometer Perbesar

Sebuah rekaman yang beredar di media sosial kembali menyoroti persoalan akses dasar di wilayah Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci. Dalam video itu, warga tampak menandu jenazah sejauh hampir 10 kilometer karena jalan utama menuju desa mereka tidak dapat dilalui kendaraan.

Peristiwa tersebut terjadi ketika keluarga dan warga Sungai Tabun hendak membawa jenazah ke kampung asal almarhum di Semurup, Kecamatan Air Hangat. Jalan yang menjadi satu-satunya akses telah lama rusak dan berlumpur, diperparah hujan yang turun beberapa hari terakhir. Kondisi itu membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tak mampu melewati jalur tersebut.

Dalam rekaman, terlihat warga bergantian memikul tandu darurat melewati jalur licin dan kubangan lumpur. Suara keluhan kelelahan sesekali terdengar, namun laju mereka tetap dijaga agar jenazah dapat dibawa ke titik terdekat yang masih bisa dijangkau ambulans.

Chairul, warga setempat, membenarkan bahwa evakuasi dilakukan sepenuhnya dengan berjalan kaki. “Almarhum meninggal tadi malam. Mobil sama sekali tidak bisa masuk karena jalan rusak parah,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Menurut dia, warga harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer hingga mencapai kawasan Sungai Tembang, tempat ambulans menunggu. Sepanjang perjalanan, medan licin dan berlumpur membuat para penandu beberapa kali terpeleset.

Chairul mengatakan bahwa situasi seperti ini bukan kejadian baru bagi warga Renah Pemetik dan wilayah perladangan sekitarnya. Akses jalan yang buruk sudah berlangsung selama puluhan tahun, membuat proses membawa warga sakit atau meninggal kerap dilakukan dengan cara ditandu.

Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian lebih serius. “Kami ingin pemerintah datang melihat langsung kondisi di sini. Jalan yang layak akan sangat membantu kehidupan kami,” katanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bersiap Terapkan Manajemen Talenta ASN, Pemprov Sulut dan Pemkab Paser Ekspos ke BKN

13 Januari 2026 - 06:35 WITA

Dugaan Korupsi di PUPR Mura Menggurita, Bupati, DPRD hingga Kadis Bungkam

5 Desember 2025 - 04:42 WITA

Pengembalian Dana BOK Dirilis Dua Kali, Publik Curiga Ada Prosedur yang Tidak Beres

3 Desember 2025 - 11:53 WITA

Disinyalir Ada Penyalahgunaan Anggaran, Dirut RS Jaraga Sasameh Lempar Tanggung Jawab

3 Desember 2025 - 05:49 WITA

Perjelas Tata Batas, Pemkab Bartim Gelar RDP dengan DPRD Provinsi Kalteng

15 Oktober 2025 - 11:51 WITA

Trending di Warta Daerah