Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Nusantara

Indonesia Rawan Bencana Sinkhole, BRIN Tunjuk 3 Wilayah Ini

badge-check


					Indonesia Rawan Bencana Sinkhole, BRIN Tunjuk 3 Wilayah Ini Perbesar

Indonesia merupakan wilayah yang paling rawan dengan fenomena lubang runtuhan tanah atau yang dikenal sebagai sinkhole. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan wilayah dengan bentang alam karst atau kawasan batu gamping sering mengalami fenomena ini.

Beberapa daerah yang rawan seperti Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros. Wilayah-wilayah tersebut memiliki lapisan batu gamping yang cukup tebal di bawah permukaan tanah.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari menjelaskan sinkhole merupakan fenomena alam yang terjadi karena runtuhnya lapisan batu gamping di bawah permukaan tanah. Prosesnya dalam waktu lama yang dipicu air hujan bersifat asam karena menyerap karbon dioksida (CO2) dari udara dan permukaan tanah.

“Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut, terutama batu gamping, sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan,” jelasnya, dikutip dari laman resmi BRIN, Rabu (21/1/2026).

Air permukaan dan air tanah akan mengalir ke dalam rekahan seiring berjalannya waktu. Pada akhirnya membuat rongga makin membesar dan lapisan penyangga di bagian atasnya melemah.

Saat hujan terjadi, lapisan penutup rongga akan kian tipis. Pada satu titik rongga tersebut tidak bisa lagi menahan beban yang berada di atas.

“Saat itulah lapisan atap runtuh secara tiba-tiba dan terbentuk lubang di permukaan tanah yang kita kenal sebagai sinkhole,” ujar Adrin.

Adrin mengungkapkan sulit mendeteksi tanda awal kemunculan sinkhole. Pembentukan rongga terjadi sangat perlahan dan di bawah permukaan tanah, jadi tidak mudah dikenali secara langsung.

Namun sebenarnya identifikasi bisa dilakukan dengan beragam metode, seperti gaya berat, georadar, dan geolistrik. Jadi dapat memetakan dari sebaran, kedalaman dan ukuran rongga.

Dia juga mengingatkan kawasan permukiman di atas lapisan batu gamping berisiko lebih tinggi menghadapi fenomena ini. Salah satu yang bisa diwaspadai adalah hilangnya aliran air di permukaan.

“Jika aliran air mendadak menghilang, bisa jadi air masuk ke rongga bawah tanah. Kondisi ini perlu segera diinvestigasi karena berpotensi memicu runtuhan,” kata Adrin.

Sementara itu, Adrin menjelaskan air dalam sinkhole berasal dari air hujan dan air bawah permukaan. Jadi tidak bisa disimpulkan secara langsung apakah air layak untuk dikonsumsi dan harus melewati berbagai analisis terlebih dulu.

“Air harus melalui analisis kimia terlebih dahulu, meliputi kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta logam berat, sesuai standar kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan,” dia menjelaskan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara