Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Entertainment

Dua Karya Teater Indonesia Tembus Biennale Venesia 2026

badge-check


					Dua Karya Teater Indonesia Tembus Biennale Venesia 2026 Perbesar

Direktur Artistik, Restu Kusumaningrum mengungkap proses panjang hingga dua karya teater Indonesia berhasil lolos untuk tampil di La Biennale di Venezia 2026. Menurutnya, kesempatan tersebut bermula dari jaringan internasional yang telah dibangun Bumi Purnati Indonesia selama hampir 25 tahun.

Restu mengatakan Indonesia masih sering dianggap sebagai ‘blank spot’ atau wilayah yang kurang terlihat di mata dunia internasional. Karena itu, Bumi Purnati terus berupaya memperkenalkan seni dan budaya Indonesia ke berbagai negara.

“Suatu hari saya mendapat telepon dan mereka bertanya kenapa India, Jepang, Rwanda, sampai Afrika Selatan bisa hadir di Italia, sementara Indonesia tidak. Dari situ saya merasa Indonesia juga harus bisa tampil,” kata Restu di Kediaman Duta Besar Italia di Jakarta Selatan, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia mengaku hanya memiliki waktu 24 jam untuk menyiapkan teaser, hingga foto pertunjukan yang harus dikirim kepada kurator dan direktur artistik festival. Menurutnya, seluruh materi akhirnya berhasil dikirim hanya dua jam sebelum batas waktu pendaftaran ditutup.

“Dua hari kemudian saya kembali ditelepon dan mereka mengatakan Indonesia lolos. Setelah itu komunikasi berlangsung hampir enam bulan hingga akhirnya kami mulai mengumpulkan aktor dan musisi yang terlibat,” ujarnya.

Restu menuturkan dirinya kemudian terbang ke Venesia untuk menghadiri konferensi pers festival. Ia mengaku bangga bisa hadir langsung dalam pengumuman program Biennale Venesia 2026 tersebut.

Dalam kesempatan itu, Willem Dafoe secara langsung mengumumkan dua karya Indonesia. Yakni Under the Volcano dan Hikayat Perahu/The Tale of Boat, sebagai bagian dari program festival.

Menurutnya, tema ‘Alter-Native’ yang diusung Biennale Venesia 2026 dinilai sejalan dengan kekayaan budaya Indonesia. Ia menyebut Indonesia memiliki gerak tari, musik, hingga spiritualitas yang berbeda dan bisa menjadi alternatif perspektif seni bagi dunia internasional.

“Indonesia punya gerakan, tarian, dan spiritualitas sendiri yang hadir di waktu yang tepat. Kenapa tidak kita mencoba memberikan alternatif bagi Eropa, Amerika, dan negara lain melalui budaya kita,” katanya.

Restu juga mengungkapkan dirinya sempat mengirim empat proposal karya kepada pihak festival. Namun, perhatian kurator akhirnya tertuju pada dua karya tersebut, karena dianggap merepresentasikan budaya Melayu yang jarang tampil di panggung internasional.

“Kalau Jawa dan Bali mungkin sudah sering dikenal dunia. Tetapi ketika mereka melihat Hikayat Perahu dan Under the Volcano yang merepresentasikan budaya Melayu, itu menjadi sesuatu yang sangat berbeda dan tidak biasa,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Film “Lobang Buaya” dijadwalkan ditayangkan di bioskop mulai 1 Oktober 2026

29 Agustus 2026 - 11:12 WITA

Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Artis Revaldo Dijerat Pasal Berlapis

26 Agustus 2026 - 05:58 WITA

Pameran Asrul Sani Telusuri Perjalanan Kreatif Maestro Film Indonesia

22 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Ratna Sari Dewi Soekarno Hadiri HUT RI ke 81 di Istana Negara

20 Agustus 2026 - 05:12 WITA

Sejumlah Artis yang Hadir di Upacara Peringatan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan HUT RI Ke-81

17 Agustus 2026 - 07:17 WITA

Trending di Warta Entertainment