Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Entertainment

Dua Karya Teater Indonesia Tembus Biennale Venesia 2026

badge-check


					Dua Karya Teater Indonesia Tembus Biennale Venesia 2026 Perbesar

Direktur Artistik, Restu Kusumaningrum mengungkap proses panjang hingga dua karya teater Indonesia berhasil lolos untuk tampil di La Biennale di Venezia 2026. Menurutnya, kesempatan tersebut bermula dari jaringan internasional yang telah dibangun Bumi Purnati Indonesia selama hampir 25 tahun.

Restu mengatakan Indonesia masih sering dianggap sebagai ‘blank spot’ atau wilayah yang kurang terlihat di mata dunia internasional. Karena itu, Bumi Purnati terus berupaya memperkenalkan seni dan budaya Indonesia ke berbagai negara.

“Suatu hari saya mendapat telepon dan mereka bertanya kenapa India, Jepang, Rwanda, sampai Afrika Selatan bisa hadir di Italia, sementara Indonesia tidak. Dari situ saya merasa Indonesia juga harus bisa tampil,” kata Restu di Kediaman Duta Besar Italia di Jakarta Selatan, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia mengaku hanya memiliki waktu 24 jam untuk menyiapkan teaser, hingga foto pertunjukan yang harus dikirim kepada kurator dan direktur artistik festival. Menurutnya, seluruh materi akhirnya berhasil dikirim hanya dua jam sebelum batas waktu pendaftaran ditutup.

“Dua hari kemudian saya kembali ditelepon dan mereka mengatakan Indonesia lolos. Setelah itu komunikasi berlangsung hampir enam bulan hingga akhirnya kami mulai mengumpulkan aktor dan musisi yang terlibat,” ujarnya.

Restu menuturkan dirinya kemudian terbang ke Venesia untuk menghadiri konferensi pers festival. Ia mengaku bangga bisa hadir langsung dalam pengumuman program Biennale Venesia 2026 tersebut.

Dalam kesempatan itu, Willem Dafoe secara langsung mengumumkan dua karya Indonesia. Yakni Under the Volcano dan Hikayat Perahu/The Tale of Boat, sebagai bagian dari program festival.

Menurutnya, tema ‘Alter-Native’ yang diusung Biennale Venesia 2026 dinilai sejalan dengan kekayaan budaya Indonesia. Ia menyebut Indonesia memiliki gerak tari, musik, hingga spiritualitas yang berbeda dan bisa menjadi alternatif perspektif seni bagi dunia internasional.

“Indonesia punya gerakan, tarian, dan spiritualitas sendiri yang hadir di waktu yang tepat. Kenapa tidak kita mencoba memberikan alternatif bagi Eropa, Amerika, dan negara lain melalui budaya kita,” katanya.

Restu juga mengungkapkan dirinya sempat mengirim empat proposal karya kepada pihak festival. Namun, perhatian kurator akhirnya tertuju pada dua karya tersebut, karena dianggap merepresentasikan budaya Melayu yang jarang tampil di panggung internasional.

“Kalau Jawa dan Bali mungkin sudah sering dikenal dunia. Tetapi ketika mereka melihat Hikayat Perahu dan Under the Volcano yang merepresentasikan budaya Melayu, itu menjadi sesuatu yang sangat berbeda dan tidak biasa,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tari Maengket: Ungkapan Syukur Identitas Budaya

17 Oktober 2026 - 03:40 WITA

Dirikan Sekolah Gratis di Perkampungan, Andien Ingin Pendidikan Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

15 Oktober 2026 - 06:43 WITA

Artis yang Tak Tinggal Diam soal Karhutla Kalimantan: Nana Mirdad Murka, Luna Maya Buka Donasi

13 Oktober 2026 - 04:30 WITA

Sinopsis Empat Musim Pertiwi, Film Putri Marino yang Terpilih Mewakili Indonesia di Oscar

11 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Kris Dayanti Rajin Olahraga Wushu di Usia 50 Tahun, Sukses Raih Emas

9 Oktober 2026 - 05:56 WITA

Trending di Warta Entertainment