Menu

Mode Gelap
Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat Ledakan Gudang Amunisi Tewaskan 1 Prajurit dan Enam Lainnya Terluka, TNI AD Bentuk Tim Investigasi 1,2 Juta NIK Warga Miskin Dibobol, Ombudsman Desak Dinsos-Diskomdigi Benahi Sistem Keamanan Digital

Warta Entertainment

Dua Karya Teater Indonesia Tembus Biennale Venesia 2026

badge-check


					Dua Karya Teater Indonesia Tembus Biennale Venesia 2026 Perbesar

Direktur Artistik, Restu Kusumaningrum mengungkap proses panjang hingga dua karya teater Indonesia berhasil lolos untuk tampil di La Biennale di Venezia 2026. Menurutnya, kesempatan tersebut bermula dari jaringan internasional yang telah dibangun Bumi Purnati Indonesia selama hampir 25 tahun.

Restu mengatakan Indonesia masih sering dianggap sebagai ‘blank spot’ atau wilayah yang kurang terlihat di mata dunia internasional. Karena itu, Bumi Purnati terus berupaya memperkenalkan seni dan budaya Indonesia ke berbagai negara.

“Suatu hari saya mendapat telepon dan mereka bertanya kenapa India, Jepang, Rwanda, sampai Afrika Selatan bisa hadir di Italia, sementara Indonesia tidak. Dari situ saya merasa Indonesia juga harus bisa tampil,” kata Restu di Kediaman Duta Besar Italia di Jakarta Selatan, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia mengaku hanya memiliki waktu 24 jam untuk menyiapkan teaser, hingga foto pertunjukan yang harus dikirim kepada kurator dan direktur artistik festival. Menurutnya, seluruh materi akhirnya berhasil dikirim hanya dua jam sebelum batas waktu pendaftaran ditutup.

“Dua hari kemudian saya kembali ditelepon dan mereka mengatakan Indonesia lolos. Setelah itu komunikasi berlangsung hampir enam bulan hingga akhirnya kami mulai mengumpulkan aktor dan musisi yang terlibat,” ujarnya.

Restu menuturkan dirinya kemudian terbang ke Venesia untuk menghadiri konferensi pers festival. Ia mengaku bangga bisa hadir langsung dalam pengumuman program Biennale Venesia 2026 tersebut.

Dalam kesempatan itu, Willem Dafoe secara langsung mengumumkan dua karya Indonesia. Yakni Under the Volcano dan Hikayat Perahu/The Tale of Boat, sebagai bagian dari program festival.

Menurutnya, tema ‘Alter-Native’ yang diusung Biennale Venesia 2026 dinilai sejalan dengan kekayaan budaya Indonesia. Ia menyebut Indonesia memiliki gerak tari, musik, hingga spiritualitas yang berbeda dan bisa menjadi alternatif perspektif seni bagi dunia internasional.

“Indonesia punya gerakan, tarian, dan spiritualitas sendiri yang hadir di waktu yang tepat. Kenapa tidak kita mencoba memberikan alternatif bagi Eropa, Amerika, dan negara lain melalui budaya kita,” katanya.

Restu juga mengungkapkan dirinya sempat mengirim empat proposal karya kepada pihak festival. Namun, perhatian kurator akhirnya tertuju pada dua karya tersebut, karena dianggap merepresentasikan budaya Melayu yang jarang tampil di panggung internasional.

“Kalau Jawa dan Bali mungkin sudah sering dikenal dunia. Tetapi ketika mereka melihat Hikayat Perahu dan Under the Volcano yang merepresentasikan budaya Melayu, itu menjadi sesuatu yang sangat berbeda dan tidak biasa,” ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan

18 Juli 2026 - 06:10 WITA

Penyanyi Cilik Ambon Tampil Memukau di Pentas Seni Budaya, Darwin Australia 2026

15 Juli 2026 - 05:15 WITA

Punya Gelar Doktor, 8 Selebriti Ini Lulus S3 dari Kampus Ternama

12 Juli 2026 - 03:56 WITA

Maudy Ayunda Kolaborasi Riset dengan Sekolah Farmasi ITB, Terbaru Ajukan Paten Bersama

9 Juli 2026 - 06:12 WITA

Anisa D’Academy 8 Berjuang Demi Bahagiakan Orang Tua, Wujudkan Mimpi Jadi Artis

6 Juli 2026 - 03:24 WITA

Trending di Warta Entertainment