Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Serba Serbi

BRIN Dorong Riset Sosial Humaniora Agar Lebih Berdampak bagi Masyarakat

badge-check


					BRIN Dorong Riset Sosial Humaniora Agar Lebih Berdampak bagi Masyarakat Perbesar

Jakarta, infokatulistiwanews.com – Keberhasilan riset tidak hanya diukur dari publikasi akademik, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci penting dalam pengembangan riset.

Hal tersebut ditegaskan Muhammad Najib Azca, Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), saat membuka Kick-Off Meeting dan Seminar Desain Riset Rumah Program OR IPSH Tahun 2026 di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Sarwono Prawirohardjo, BRIN Gatot Subroto Jakarta, Senin (9/3/2026).

Najib menyampaikan bahwa program riset kolaboratif melalui skema call for research collaboration merupakan tulang punggung aktivitas penelitian di lingkungan OR IPSH. Menurutnya, riset sosial humaniora harus mampu menjadi respons strategis terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menekankan bahwa dunia saat ini berada dalam situasi yang penuh turbulensi, baik di tingkat nasional maupun global. Dinamika geopolitik, geoekonomi, serta percepatan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru yang semakin kompleks.

“Problem masa depan terlalu kompleks untuk didekati secara parsial. Karena itu, riset sosial humaniora harus mampu memberikan respons kreatif dan strategis terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Ia mendorong kolaborasi tidak hanya di internal OR IPSH antar pusat riset, tetapi juga dengan organisasi riset lain, pemerintah, komunitas masyarakat sipil, dunia usaha, hingga mitra internasional.

Selain itu, Najib menekankan pentingnya inovasi dalam bentuk luaran riset. Menurutnya, hasil penelitian tidak harus selalu berupa teks akademik, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif seperti video, film, hingga sistem berbasis teknologi.

“Sekarang semakin terbuka peluang untuk mengolah hasil riset tidak hanya menjadi teks, tetapi juga produksi visual, game, atau platform digital yang lebih mudah diakses masyarakat,” tambahnya.

Dalam sesi paparan, Tri Nuke Pudjiastuti, Peneliti Pusat Riset Politik BRIN, memaparkan strategi penyusunan policy brief dan policy paper agar hasil penelitian dapat memberikan pengaruh terhadap kebijakan publik. Ia menjelaskan bahwa dampak kebijakan tidak selalu berarti rekomendasi penelitian diadopsi sepenuhnya oleh pemerintah, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.

Menurutnya, keberhasilan policy paper dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain kepakaran peneliti, pemilihan isu yang strategis, pemahaman konteks kebijakan, momentum yang tepat, serta keterlibatan pemangku kepentingan sejak awal proses penelitian.

“Kolaborasi dan jaringan menjadi faktor yang sangat penting. Tanpa itu, sulit bagi policy paper untuk benar-benar memberikan dampak,” jelasnya.

Sementara itu, Andrian Wikayanto, Peneliti Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN,  menyoroti pentingnya pemanfaatan media audio visual sebagai strategi diseminasi hasil penelitian. Menurutnya, film dan dokumenter dapat menjadi instrumen yang kuat untuk menyampaikan temuan riset sosial humaniora kepada publik secara lebih luas.

Ia menilai pendekatan audio visual mampu menangkap konteks sosial, emosi, serta realitas lapangan yang sering kali sulit disampaikan melalui tulisan ilmiah semata.

“Melalui audio visual, temuan riset bisa lebih mudah dipahami publik dan menjangkau audiens lintas disiplin,” katanya.

Selain itu, Syahrul Ramadhan, Peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN, memaparkan pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu bentuk luaran riset. Ia menjelaskan bahwa teknologi memungkinkan peneliti mengembangkan platform digital tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman mendalam melalui pendekatan no coding.

Salah satu contoh yang dikembangkan adalah aplikasi asisten guru berbasis AI yang membantu guru mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Aplikasi tersebut telah digunakan oleh lebih dari dua ribu pengguna sejak diluncurkan pada akhir 2025.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara agar hasil riset dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menutup kegiatan, Trina Fizzanty, Kepala Pusat Riset Pendidikan BRIN, menyampaikan bahwa Rumah Program OR IPSH 2026 menempatkan penguatan dampak riset sebagai fokus utama. Hal ini dilakukan melalui diversifikasi luaran penelitian serta penguatan komunikasi dengan para pemangku kepentingan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, riset perlu menghasilkan beragam bentuk luaran seperti policy output, film, aplikasi, maupun model yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dan pemangku kepentingan. Karena itu, peneliti juga perlu membangun komunikasi yang kuat dengan para pemangku kepentingan sejak awal agar hasil riset lebih relevan dan bermanfaat.

Sebagai tindak lanjut, para peneliti diharapkan segera menyempurnakan desain riset untuk diajukan ke Komite Etik pada akhir bulan ini, sehingga setelah Lebaran kegiatan penelitian dapat segera dimulai.

Melalui rangkaian seminar desain riset yang akan berlangsung setelah kegiatan kick-off ini, para peneliti diharapkan dapat menyusun rancangan penelitian yang lebih tajam, kolaboratif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi transformasi sosial di Indonesia.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya

18 April 2026 - 06:58 WITA

Menyusuri Istana, Menyulam Mimpi: Pengalaman Tak Terlupakan Pelajar SMP Negeri 39 Jakarta

17 April 2026 - 05:18 WITA

Ismanto: Tinggalkan Profesi Satpam, Kini Sukses Budidaya Mamey Sapote Beromzet Puluhan Juta

16 April 2026 - 05:34 WITA

Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun untuk Titiek Soeharto di Tengah Kunker Luar Negeri

15 April 2026 - 06:00 WITA

Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi

12 April 2026 - 03:38 WITA

Trending di Serba Serbi