Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Daerah

BNPB: 14 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa M7,7 di NTT

badge-check


					BNPB: 14 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa M7,7 di NTT Perbesar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahwa hingga Sabtu pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7.

“Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi dan validasi di lapangan,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Korban meninggal dunia sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, di Kabupaten Manggarai enam orang, dan di Kabupaten Manggarai Timur lima orang.

Sementara korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri.

“Sebagian besar warga melakukan evakuasi menyusul guncangan kuat dan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama,” kata Berton SP Panjaitan.

Dari aspek kerusakan, sementara tercatat 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang dan 11 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan.

Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan cukup signifikan. Tercatat 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan. Selain itu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan.

Sementara di Kabupaten Manggarai Timur tercatat 23 rumah rusak berat.

Di Kabupaten Nagekeo, dampak sementara meliputi dua rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan dua rusak ringan.

Selain itu, dua fasilitas ibadah mengalami rusak ringan dan lima kantor pemerintahan terdampak.

Kondisi terkini di wilayah tersebut, arus lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan dan listrik masih padam.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

GAMKI Mengabdi 2026 Layani 120 Lansia di Itawaka, Dorong Deteksi Dini Penyakit

11 Oktober 2026 - 04:56 WITA

Trending di Warta Daerah