Pembangunan Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN) hampir rampung. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah memerintahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) untuk bersiap pindah ke IKN.
Pernyataan itu disampaikan Staf Khusus Wapres RI Tina Talisa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/1/2026). Kata dia, perkembangan terbaru, IKN kian memantapkan kesiapan sebagai kawasan perkantoran bagi kementerian dan lembaga negara.

Untuk mendorong percepatan persiapan pemindahan ASN Setwapres, pihaknya telah meninjau kesiapan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara dan diterima oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Senin (20/1/2026) lalu. Kata Tina, Wapres Gibran Rakabuming Raka mendukung penuh ASN Kantor Wapres segera hijrah ke IKN.
“Bapak Wakil Presiden sangat memberikan dukungan. Bahkan Beliau sangat mendorong agar kami dari Sekretariat Wakil Presiden secara bertahap berkantor di IKN,” ungkap Tina.
Kunjungan tersebut, lanjut Tina, menjadi penanda bahwa instruksi Wapres Gibran bukan lagi bersifat imbauan, melainkan rencana aksi yang mulai diimplementasikan bertahap.
Dalam kunjungan awal pekan kemarin, Tina dan rombongan meninjau berbagai titik strategis di KIPP Nusantara, dari tempat wisata Glamping, Rumah Jabatan Menteri (RJM), Istana Wakil Presiden, Kantor Balai Kota Otorita IKN hingga Istana Negara.
Pemindahan ASN, sambung Tina, adalah memindahkan budaya kerja ke dalam ekosistem yang lebih modern dan efisien. Kehadiran fisik Kantor Setwapres di IKN diharapkan menjadi pemicu bagi kementerian dan lembaga negara lainnya untuk segera melakukan sinkronisasi serupa.
“Hal ini sejalan dengan visi IKN sebagai smart city yang menuntut adaptasi teknologi tinggi dan integrasi data antarlembaga yang lebih cair dibandingkan pola birokrasi konvensional,” ujarnya.
Tina menekankan, keberadaan ASN di IKN harus selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Pembangunan tidak lagi hanya tertuju pada gedung pencakar langit, tapi pada bagaimana energi bersih dan konsep ekowisata menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup penghuni ibu kota baru.
Pemanfaatan energi surya dan sistem pengelolaan air mandiri di KIPP, terang Tina, menjadi variabel yang terus dipantau untuk memastikan bahwa operasional perkantoran Setwapres nantinya tidak meninggalkan jejak karbon yang besar.
Kawasan Glamping yang ditinjau juga menunjukkan sisi lain IKN yang menawarkan keseimbangan antara beban kerja birokrasi dengan ketenangan alam. Sebuah konsep yang diharapkan mampu menekan tingkat stres ASN yang pindah dari hiruk-pikuk Jakarta.
“Selain berdiskusi dengan Kepala Otorita IKN, kita melihat potensi pengembangan ekowisata ke depan. Tentu ke depan masih ada yang harus samasama kita kawal, termasuk pelaksanaan energi bersih di sini,” sebut Tina.
Diyakinkan Tina, Otorita IKN terus memperkuat kesiapan infrastruktur dan ekosistem kerja ASN di Nusantara. Langkah ini menegaskan keseriusan Pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
Diketahui, proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan akselerasi signifikan, khususnya klaster inti pemerintahan. Fokus utama saat ini kesiapan fisik bagi kepindahan para eksekutif dan birokrat tahun 2028.
Founder SHAU Architects, Daliana Suryawinata, yang terlibat dalam perancangan arsitektur kompleks Istana Wapres menyatakan, progres pembangunannya telah mencapai angka 86 persen di akhir tahun 2025.
“Capaian ini menempatkan Istana Wapres sebagai salah satu proyek strategis di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan yang paling cepat mendekati finalisasi,” ujar Daliana.
Daliana memastikan, Istana Wapres IKN dibangun dengan konsep yang kuat, yakni mengusung filosofi Huma Betang Umai. Huma Betang adalah rumah panjang komunal Suku Dayak, melambangkan persatuan, kebersamaan, dan musyawarah.
Sementara Umai berarti lapang atau luas. Desainnya memanfaatkan ruang terbuka dan ventilasi alami yang optimal, selaras dengan visi IKN sebagai Sustainable Forest City.
****









