Menu

Mode Gelap
Kemenlu RI Pastikan Koordinasi Intensif Pelindungan WNI di Timur Tengah Jalan Rusak dan Anak Putus Sekolah, Pengalaman Pahit Warga 2 Kampung di Polman Pemerintah perkuat peran generasi muda melalui Mangrove Goes To School Kejaksaan Negeri Merauke Dalami Aliran Dana Dugaan Korupsi BUMD ke Eks Bupati Boven Digoel Otorita IKN Perkuat Pelaku Usaha Lokal untuk Bangun Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan Ko Erwin Bandar Narkoba Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Malaysia

Serba Serbi

Armaya Doremi: Dari Kegagalan TOEFL 7 Kali Hingga Jadi Pembicara Utama Wisuda Northeastern University 2026

badge-check


					Armaya Doremi: Dari Kegagalan TOEFL 7 Kali Hingga Jadi Pembicara Utama Wisuda Northeastern University 2026 Perbesar

Kisah inspiratif Armaya Doremi, seorang perempuan asal Binjai, Sumatera Utara, membuktikan bahwa kerja keras dan kegigihan dapat mengantarkan impian, bahkan melampaui ekspektasi.

Setelah berhasil menyelesaikan studi S2 di Northeastern University, Amerika Serikat, Armaya terpilih menjadi pembicara utama wisuda mewakili angkatannya pada tahun 2026. Prestasi ini diraihnya meski ia sempat mengalami kesulitan besar dalam berbahasa Inggris, termasuk tujuh kali kegagalan dalam tes TOEFL.

“Aku selalu ingin mendapat pendidikan yang lebih baik, tapi aku tidak pernah menyangka akan berada di Amerika di Northeastern University,” ujar Armaya saat menyampaikan pidatonya pada acara wisuda Northeastern University di Boston, Amerika Serikat.

Dalam pidatonya, Armaya berbagi perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Sejak usia 15 tahun, ia telah bekerja untuk membiayai hidupnya sendiri karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Profesi sebagai penyanyi dan DJ dijalaninya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keinginannya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik mendorongnya untuk belajar bahasa Inggris, sebuah proses yang diakuinya sangat sulit dan seringkali membuatnya menangis serta kecewa, namun ia tak pernah menyerah.

Profil Armaya Doremi: Perjalanan Inspiratif Menuju Puncak Prestasi

Armaya Doremi lahir di Binjai, Sumatera Utara, pada tahun 1989. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Perjalanan pendidikannya dimulai dengan meraih gelar D3 jurusan Pariwisata dari Universitas Sumatra Utara di Medan.

Bakatnya di dunia tarik suara membawanya mengikuti ajang Indonesian Idol pada tahun 2010, di mana ia sudah berprofesi sebagai penyanyi dan DJ.

Setahun kemudian, Armaya memutuskan pindah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan S1 jurusan Komunikasi di Universitas Prof.Dr. Moestopo Beragama.

Selama kuliah di Jakarta, ia sempat bekerja selama lima tahun dengan mantan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Kesempatan untuk melanjutkan studi ke Melbourne, Australia, kemudian datang, yang langsung disambutnya.

Namun, di sana ia menyadari betapa minimnya penguasaan bahasa Inggrisnya. Tanpa ragu, Armaya mendaftarkan diri pada les bahasa Inggris intensif selama 10 bulan.

Kegigihannya ini menarik perhatian Viktor Laiskodat, yang kemudian mendorongnya untuk menempuh pendidikan S2 di Amerika Serikat. Meski sempat ragu karena harus berjauhan dengan keluarga, Armaya terus belajar bahasa Inggris hingga akhirnya berhasil lulus tes TOEFL setelah tujuh kali percobaan.

Perjalanan kuliah di Amerika Serikat tidak serta merta mulus. Armaya sempat mengalami penipuan oleh agen yang mengaku akan mendaftarkannya ke Northeastern University, namun justru menggelapkan uangnya.

“Dibohongi sama agency, uangnya dilarikan, karena katanya mau daftarin ke Northeastern, ternyata mereka enggak daftar tapi uangnya diambil,” kenangnya.

Terlepas dari berbagai rintangan tersebut, Armaya terus berjuang hingga akhirnya berhasil diterima di Northeastern University, AS.

Selama empat bulan awal, ia memilih tinggal di asrama untuk mendalami budaya Amerika dan memahami metode belajar para mahasiswa di sana. Ia kemudian mendaftarkan diri pada program pra-S2 di universitas tersebut selama dua semester.

Prestasi Akademik dan Kepercayaan Diri yang Memuncak

Proses adaptasi dan penyesuaian selama kuliah di Amerika Serikat memang tidak mudah. Namun, Armaya tidak pernah menyerah dan terus belajar. Ia aktif tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan kampus.

Kerja kerasnya selama tiga tahun di Northeastern University membuahkan hasil. Ia lulus dan dinobatkan sebagai salah satu kandidat mahasiswi terbaik di jurusannya, berpeluang mendapatkan penghargaan “Top Recognition” untuk Tahun Ajaran 2020-2021.

Keinginan kuat untuk berbagi kisah hidup dan perjalanannya menjadi motivasi utama Armaya untuk mendaftarkan diri sebagai pembicara utama wisuda.

Ia kemudian menyusun naskah pidato dan merekamnya. Bersama dengan rekomendasi dari lima dosen, naskah dan video tersebut meyakinkan pihak universitas untuk memilihnya sebagai pembicara utama wisuda tahun 2021.

“Doremi tanya apa nih kriterianya yang membuat Doremi tuh terpilih. Terus mereka bilang, dengan story kamu yang sangat (inspiratif) dan juga cara kamu speech di video itu, kita yakin bahwa kamu bisa membawa suasana yang bagus untuk di commencement speaker,” jelas Armaya.

Dalam pidatonya yang disaksikan ratusan orang secara langsung maupun virtual di Fenway Park, Armaya tampil memukau. Ia mengenakan kebaya tradisional Indonesia di balik toga kelulusannya.

Kejutan terbesar datang di akhir pidatonya ketika ia menyanyikan beberapa bait lagu “Feeling Good”, yang semakin mengukuhkan pesonanya di hadapan para hadirin. Dekan Sementara Universitas Northeastern, Mary Ludden, bahkan memujinya, “Sepertinya kita punya calon dekan baru.”

Setelah menyelesaikan pendidikan S2 dengan jurusan Corporate and Organizational Communication, Armaya sempat bekerja di TikTok, di mana ia memperdalam pemahamannya tentang dunia media sosial. Pada tahun 2024, Armaya memutuskan untuk banting setir dan membangun bisnis agensi media sosial bernama Ayamra Media.

Ayamra Media telah melayani berbagai klien bergengsi di Boston, meliputi sektor hospitality (hotel dan restoran), organisasi nirlaba, top chef, properti, politisi, hingga instansi pemerintahan.

Dalam kurun waktu satu tahun, Ayamra Media berhasil menjadi mitra terpercaya untuk berbagai acara yang diselenggarakan oleh pemerintah Boston. Yang membanggakan, Armaya juga mempekerjakan empat karyawan asli Indonesia di perusahaannya.

Selain mengembangkan bisnisnya, Armaya juga aktif sebagai pembicara di berbagai acara, berbagi keahliannya dalam mengelola media sosial dan pembuatan konten.

Kisah Armaya Doremi menjadi bukti nyata bahwa dengan tekad yang kuat, kegigihan, dan keberanian mengambil risiko, setiap individu dapat menaklukkan tantangan, bahkan yang paling sulit sekalipun, dan meraih pencapaian luar biasa.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah perkuat peran generasi muda melalui Mangrove Goes To School

28 Februari 2026 - 09:50 WITA

Otorita IKN Perkuat Pelaku Usaha Lokal untuk Bangun Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan

28 Februari 2026 - 09:46 WITA

Tiwi/Fadia siap bongkar strategi Hsu/Lin di babak kedua German Open

26 Februari 2026 - 04:42 WITA

BRIN Cek Bawah Laut Sulut

24 Februari 2026 - 04:40 WITA

Hijaukan Desa, Selamatkan Sungai: Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unigal Bangun Ketahanan Pangan Lintas Provinsi

23 Februari 2026 - 08:57 WITA

Trending di Serba Serbi