Menu ✖

Mode Gelap
Sekjen PBB Soroti Konflik hingga Krisis Iklim, Minta Negara Perkuat Kerja Sama AI Tidak Bisa Menggantikan Independensi dan Nurani Presiden Prabowo Instruksikan BRIN Percepat Riset Vaksin Malaria RI KSAL Pimpin Sumpah Pemuda di KRI Sriwijaya-100, Empat Satuan TNI AL Raih Samkaryanugraha Kualitas Udara di Penajam dan Sepaku, Wilayah IKN, Masuk Kategori Berbahaya Presiden Prabowo Tekankan Perlindungan Kekayaan Negara dalam Penyempurnaan Aturan Korupsi

Serba Serbi

Presiden Prabowo Instruksikan BRIN Percepat Riset Vaksin Malaria RI

badge-check


					Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat riset vaksin malaria di Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria menargetkan riset vaksin ini dapat lebih cepat tercapai dari target yang dipatok sebelumnya.

“Pak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat. Dan kita berharap dengan support dari Bapak Presiden tentang terkait dengan vaksin ini, ini bisa kita percepat eh 3 tahun lebih cepat dari seharusnya, karena beliau akan memberikan dukungan penuh terhadap produksi vaksin ini, khususnya vaksin malaria,” kata Arif di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Ia mengatakan dalam riset vaksin yang tengah berjalan kini, terdapat sekitar lima atau enam kandidat vaksin potensial.

Arif menyebut dalam riset tersebut, BRIN juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kemenkes hingga Bio Farma.

Ia mengatakan sejumlah parasit yang beredar di Indonesia memiliki kekhususan, di mana salah satunya hingga kini vaksinnya belum ditemukan.

“Karena beberapa parasit yang ada di Indonesia ini memang agak berbeda, seperti Plasmodium vivax itu memang saat ini vaksinnya belum ada. Jadi kalau kita bisa produksi di Indonesia, ini bisa menjadi salah satu kontribusi Indonesia untuk dunia,” ujar dia.

Arif mengatakan, Presiden Prabowo berharap agar hasil riset vaksin itu dapat digunakan di dunia luas, sehingga Indonesia ikut sumbangsih pada kesehatan masyarakat se-dunia.

Pada saat yang sama, Arif juga menyebut Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian obat di Indonesia. Ia pun menyinggung potensi obat herbal yang sangat kuat di Indonesia.

Ia mengatakan perihal itu BRIN juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengakselerasi proses obat herbal.

“Dan saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka. Jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT, Obat Herbal Terstandarisasi. Nah, sekarang ingin menuju pada fitofarmaka,” ujar dia.

Fitofarmaka sendiri merujuk pada obat bahan alam yang berasal dari tanaman dan telah dibuktikan keamanan serta khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinik pada hewan percobaan serta uji klinik pada manusia.

Ia mengatakan untuk menjadi fitofarmaka itu, maka diperlukan berbagai uji klinis, dan BRIN saat ini tengah melakukan itu dengan berkoordinasi dengan Kemenkes dan BPOM.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026

26 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Trending di Serba Serbi