Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Utama

Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas

badge-check


					Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas Perbesar

Anak buah kapal (ABK) korban penganiayaan di KM Maulana 23 bercerita soal dirinya dan rekan lain disiksa hingga makan bubur berisi besi berkarat di atas kapal.

Korban bernama Syawal Suswono (65) menyebut mereka disiksa gara-gara dianggap tidak memenuhi target menangkap cumi-cumi seberat 2 kilogram.

“Ya sanksinya itu. Sanksinya dipukul, push up, hormat bendera, dan makan bubur campur dengan besi,” kata Syawal seusai tiba di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (8/10/2026).

Syawal mengaku tak tahu tujuan bubur yang dimakannya harus diberi besi berkarat. Dia hanya mengetahui bahwa besi itu ada dalam mangkoknya saat sedang makan.

“(Besinya) tiga. (Ukuran) satu jengkal ini, iya, berkarat. Nggak muntah. Saya juga nggak tahu kalau dalam bubur itu ada besinya. Kalau sampai tahu ya saya juga nggak mau bubur itu saya makan,” jelasnya.

Syawal masih ingat orang yang melakukan tindakan kekerasan itu adalah nakhoda kapal. Katanya mereka membuat empat orang korban menderita selama di atas kapal.

“Kalau yang makan bubur itu perintah dari kapten, nah dia nakhoda. (Namanya) Sarman. (Yang mukul) kapten juga dengan Anjas, wakil. Ya kasar dia. Melakukan kekerasan terus dia setiap hari,” ungkapnya.

Selain dipukul, Syawal juga melihat dua orang rekannya disiram air panas. Katanya hal itu dilakukan setiap hari.

“Kalau pembunuhan nggak. Kekerasan tangan aja ya seperti dipukul, terus tendang, kadang pun siram air panas. Yang disiram air panas cuma dua orang aja,” katanya.

Sebelumnya, Syawal mengaku pekerjaan jadi ABK kapal ditawarkan oleh seorang calo. Katanya dia mengenal orang tersebut, dan diberi pinjaman sebesar Rp 7 juta sebagai uang muka.

“Nah, saya ditawarkan kerja dengan calo, lalu saya mau. Sudah kenal. Mau ditawarin kerja terus kasbon Rp 7 juta,” ucapnya.

Saat itu Syawal tidak bertanya soal berapa gaji yang akan didapatnya bila ikut. Dia hanya menerima uang tersebut.

“Kasbon aja. Gajinya nggak dikasih, nggak dijelaskan. Kasbon aja,” katanya.

Dia mengatakan, uang hasil melaut itu awalnya akan dipakai untuk modal usaha dan kebutuhan. Katanya kalau sudah punya modal, dia enggan pergi ke laut lagi.

“Ya untuk modal. Untuk modal kerja lainnya gitu. kalau itu dapat modal ya saya nggak kembali lagi ke laut. Paling tidak ya jualan,” katanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan

19 Oktober 2026 - 02:57 WITA

Muhammad Saidil, Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Km Demi Bawa Ayah Berobat ke RSUD Sigli

16 Oktober 2026 - 02:50 WITA

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Menyerah dalam Membela Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan Rakyat

7 Oktober 2026 - 03:23 WITA

SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur

2 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Kisah Srikandi Maritim, Berjuang di Laut demi Menjaga Urat Nadi Logistik Nasional

25 September 2026 - 11:39 WITA

Trending di Warta Utama