Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Parlemen

Sejarah Sidang Tahunan MPR RI sejak Sukarno hingga Prabowo

badge-check


					Sejarah Sidang Tahunan MPR RI sejak Sukarno hingga Prabowo Perbesar

Sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) digelar hari ini, Jumat (14/8/2026). Sidang ini biasanya diagendakan pada 16 Agustus, tetapi pada tahun ini dijadwalkan pada 14 Agustus karena tanggal 16 merupakan hari Minggu (hari libur).

Sidang setiap 16 Agustus digelar dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI. Dalam sidang ini, Presiden akan menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT RI.

Sejarah Sidang Tahunan MPR

Berdasarkan arsip YouTube TVR Parlemen dan detikEdu, berikut ini sejarah sidang tahunan MPR:

Era Sukarno

Pada kepemimpinan Sukarno, sidang tahunan biasanya digelar pada 17 Agustus.

Era Soeharto

Pemerintah Orde Baru menggeser pidato kenegaraan presiden menjadi 16 Agustus. Perubahan ini pertama kali dilakukan Soeharto dalam pidato kenegaraan di depan sidang DPR Gotong Royong, pada 16 Agustus 1967.

Soeharto saat itu hendak memfungsikan DPR dengan memberi semacam pertanggungjawaban. Kemudian sejak 1968, pidato kenegaraan untuk memperingati HUT RI juga diikuti oleh tradisi penyampaian nota keuangan dan RAPBN.

Era Reformasi

Pada awal era Reformasi, terdapat pidato laporan pertanggungjawaban dari lembaga tinggi negara. Pada periode inilah sidang tahunan MPR pertama kali digelar berdasarkan Ketetapan MPR Nomor 2 Tahun 1999 tentang Peraturan Tata Tertib MPR. Sidang tahunan MPR pada awal masa Reformasi juga diperlukan terkait perubahan UUD 1945.

Dalam mekanisme sidang tahunan MPR sejak 1999 sampai 2004, setiap lembaga tinggi negara akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada MPR. Dengan laporan tersebut, MPR membuat ketetapan MPR tentang penerimaan laporan atas pertanggungjawaban lembaga-lembaga tinggi negara.

Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Pada zaman SBY, 2004-2014, sidang tahunan MPR ditiadakan karena tidak lagi menjadi lembaga tertinggi negara. Sehingga sejak 2005, tidak ada lagi pertanggungjawaban lembaga-lembaga negara kepada MPR dalam sidang tahunan ini.

Era Joko Widodo (Jokowi)

Saat masa pemerintahan Jokowi, sidang tahunan MPR diadakan kembali. Sidang ini kembali digelar sejak 2015 dengan tambahan agenda pidato laporan kinerja lembaga negara.

Sidang tahunan MPR sejak 2015 bukanlah forum pertanggungjawaban lembaga-lembaga tinggi negara kepada MPR, tetapi merupakan media formal ketatanegaraan lembaga-lembaga tinggi negara melalui presiden selaku kepala negara menyampaikan laporan kinerja kepada rakyat sebagai pemilik kedaulatan.

Sidang tahunan MPR merupakan amanat tata tertib MPR Nomor 1 Tahun 2014. Pidato laporan kinerja lembaga negara pada 2015 diadakan sebagai forum resmi untuk semua lembaga negara dalam melaporkan kinerjanya kepada rakyat. Pola penyampaian kinerja lembaga negara juga mengalami perubahan.

Semula laporan kinerja dibacakan setiap pimpinan lembaga negara. Namun, konsep ini dinilai tidak efisien. Sehingga, laporan diberikan kepada presiden dan dibacakan oleh presiden sebagai kepala negara.

Oleh sebab itu, sidang tahunan MPR bermakna sebagai laporan pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat.

Era Prabowo Subianto

Pada tahun lalu, sidang tahunan MPR digelar pada 15 Agustus yang juga jatuh pada hari Jumat karena 16 Agustus 2025 merupakan hari Sabtu.

Pada sesi pagi sidang tahunan 2025, Presiden Prabowo menyampaikan hasil kinerja pemerintah yang saat itu berjalan hampir 300 hari. Pada sesi sore, Presiden menyampaikan nota keuangan kepada DPR RI.

Sementara pada sesi pagi sidang tahunan 2026, Prabowo berpidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 RI. Pada sesi sore, Prabowo akan memberikan pidato kenegaraan yang dijadwalkan pukul 14.57-15.42 WIB.

Rapat pada pagi ini dipimpin oleh Ketua MPR Ahmad Muzani. Sidang dihadiri oleh 629 anggota dari 732 anggota MPR yang terdiri dari anggota DPR dan DPD, sehingga telah memenuhi kuorum.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

1 September 2026 - 05:23 WITA

DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember

28 Agustus 2026 - 04:55 WITA

Siti Fauziah Sebut LCC 4 Pilar MPR Jadi Ruang Bangun Persaudaraan

24 Agustus 2026 - 05:47 WITA

Dukung Guru PPPK Diangkat Jadi PNS, Ketua DPD RI: Fiskal Kita Cukup

21 Agustus 2026 - 05:35 WITA

Komisi III Kebut Pembahasan RUU Perampasan Aset, Targetkan Selesai Desember 2026

18 Agustus 2026 - 05:55 WITA

Trending di Warta Parlemen