Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru

Warta Daerah

BRIN Perkuat Kolaborasi Riset PLTS dan BESS untuk Dukung Transisi Energi

badge-check


					BRIN Perkuat Kolaborasi Riset PLTS dan BESS untuk Dukung Transisi Energi Perbesar

Tanggerang Selatan, infokatulistiwanews.com – Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) membutuhkan dukungan riset, pengujian, pengukuran, serta evaluasi performa yang semakin kuat dan berbasis data.

Untuk memperkuat kapasitas riset dan memperluas kolaborasi antara lembaga riset, industri, dan pemangku kepentingan sektor energi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan workshop bertajuk “Innovative Research on Solar PV-BESS & The Advanced Technologies to Support Performance Assessment”, Kamis (18/6/2026), di Auditorium Gedung Manajemen 720, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Tangerang Selatan, Banten.

Workshop ini diselenggarakan BRIN bekerja sama dengan PT Pratama Graha Semesta (PGS), Chroma, dan Hioki Indonesia ini menjadi forum strategis untuk memperkenalkan perkembangan terkini teknologi pengujian dan pengukuran PV-BESS sekaligus memperkuat jejaring riset dan inovasi energi berkelanjutan di Indonesia.

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transisi energi dan pengembangan teknologi kelistrikan nasional.

“Harapan kami, semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi riset, pengujian, dan pengembangan teknologi solar PV-BESS (Photovoltaic-Battery Energy Storage System) di Indonesia,” ujar Cuk.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan (PRTK) BRIN, Eka Rakhman Priandana, menyampaikan workshop ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kompetensi, fasilitas, dan aktivitas riset PRTK BRIN kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan. Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai teknologi pengujian dan pengukuran mutakhir guna mendukung pengembangan riset teknologi kelistrikan dan energi terbarukan.

“Semoga dengan adanya workshop ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga riset, industri, dan utilitas ketenagalistrikan dalam mengembangkan teknologi energi bersih yang andal dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan inovasi, penguatan fasilitas pengujian, standardisasi teknologi, serta hilirisasi hasil riset guna mendukung target transisi energi dan net zero emission Indonesia,” jelas Eka.

Workshop ini diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari kalangan periset, industri, pemerintah, akademisi, PLN, dan pemangku kepentingan sektor energi. Selain menjadi sarana transfer pengetahuan dan diskusi teknis, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan profil, kompetensi, fasilitas, serta portofolio kelompok riset yang berada di lingkungan PRTK BRIN.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah, lembaga riset, dan industri, antara lain Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran BRIN, Ratih Damayanti; Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Prof. Eniya Listiani Dewi; serta Manager Riset Pembangkitan dan Energi PT PLN Puslitbang, Agus Setiawan.

Dalam sesi keynote dan diskusi, para narasumber akan membahas berbagai isu strategis terkait arah kebijakan energi terbarukan, kebutuhan integrasi PLTS dan BESS dalam sistem ketenagalistrikan nasional, pentingnya standardisasi dan validasi teknologi, hingga penguatan peran riset dalam mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Selain sesi diskusi, peserta juga memeroleh kesempatan mengikuti demonstrasi berbagai instrumen pengujian dan pengukuran mutakhir dari Chroma dan Hioki Indonesia. Teknologi yang diperkenalkan meliputi sistem pengujian baterai, pengukuran kualitas daya (power quality), power analyzer, serta berbagai instrumen yang mendukung karakterisasi dan evaluasi performa sistem PV-BESS.

Melalui kegiatan ini, BRIN berupaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi teknologi kelistrikan nasional agar mampu mendukung percepatan transisi energi, meningkatkan daya saing industri energi bersih, serta mewujudkan kemandirian teknologi nasional

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

Trending di Warta Daerah