Menu

Mode Gelap
Spanyol Hadapi Gelombang Panas Ketiga, Suhu Bisa Capai 45 Derajat Celsius Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan Sosok Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali Penemu Celah Keamanan Web NASA Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Jalan Rp 43 M Kisah April DA7 yang Menginspirasi, Ketekunan Bawa Dirinya dari Jalanan ke Dunia Hiburan

Warta Nusantara

BMKG prakirakan potensi gelombang hingga 4 meter di perairan selatan

badge-check


					BMKG prakirakan potensi gelombang hingga 4 meter di perairan selatan Perbesar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter di wilayah perairan bagian selatan Indonesia.

Plt. Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa konsentrasi gelombang tinggi tersebut diprakirakan berlangsung selama tiga hari, pada 3 hingga 6 Juni 2026.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Banda,” kata dia.

Dia menjelaskan, fenomena ini didorong oleh pergerakan pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang berembus secara konstan dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 6 sampai 25 knot.

Berdasarkan peta sebaran risiko, potensi gelombang hingga empat meter tersebut berpeluang melanda sepanjang koridor Samudra Hindia bagian barat Sumatra, khususnya di perairan Bengkulu dan Lampung.

Selain Sumatra, risiko serupa juga membentang luas di kawasan perairan Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga wilayah Jawa Timur.

Sistem pemantauan BMKG menunjukkan pergerakan gelombang tinggi ini terus mengarah ke timur hingga mencapai wilayah perairan Samudra Hindia selatan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Terkait konsentrasi sebaran gelombang tinggi di wilayah selatan tersebut, BMKG meminta seluruh elemen masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran nasional di daerah-daerah tersebut untuk tetap bersiaga memitigasi dampak buruk yang mungkin timbul.

“Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” kata dia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

18 Juli 2026 - 23:47 WITA

Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat

17 Juli 2026 - 06:07 WITA

Yusril: Pemerintah Tunggu DPR Selesai Susun RUU Perampasan Aset

15 Juli 2026 - 05:37 WITA

Prabowo Minta Militer, Polisi, Jaksa Introspeksi: Bintangmu Uang Rakyat

11 Juli 2026 - 05:40 WITA

Luncurkan Biodiesel B50, Presiden Prabowo: Kemandirian Energi adalah Pilar Kedaulatan Bangsa

10 Juli 2026 - 06:21 WITA

Trending di Warta Nusantara