Menu

Mode Gelap
Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura KPK Sita Dolar dan Emas dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat

Warta Nusantara

BMKG prakirakan potensi gelombang hingga 4 meter di perairan selatan

badge-check


					BMKG prakirakan potensi gelombang hingga 4 meter di perairan selatan Perbesar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter di wilayah perairan bagian selatan Indonesia.

Plt. Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa konsentrasi gelombang tinggi tersebut diprakirakan berlangsung selama tiga hari, pada 3 hingga 6 Juni 2026.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Banda,” kata dia.

Dia menjelaskan, fenomena ini didorong oleh pergerakan pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang berembus secara konstan dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 6 sampai 25 knot.

Berdasarkan peta sebaran risiko, potensi gelombang hingga empat meter tersebut berpeluang melanda sepanjang koridor Samudra Hindia bagian barat Sumatra, khususnya di perairan Bengkulu dan Lampung.

Selain Sumatra, risiko serupa juga membentang luas di kawasan perairan Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga wilayah Jawa Timur.

Sistem pemantauan BMKG menunjukkan pergerakan gelombang tinggi ini terus mengarah ke timur hingga mencapai wilayah perairan Samudra Hindia selatan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Terkait konsentrasi sebaran gelombang tinggi di wilayah selatan tersebut, BMKG meminta seluruh elemen masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran nasional di daerah-daerah tersebut untuk tetap bersiaga memitigasi dampak buruk yang mungkin timbul.

“Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” kata dia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPS: Neraca dagang RI Januari-April 2026 surplus 5,64 miliar dolar AS

2 Juni 2026 - 05:58 WITA

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Pancasila yang Berkeadilan

1 Juni 2026 - 07:02 WITA

Tanah Ambles, Air Laut Naik, BRIN: Kawasan Pantura Jawa Semakin Terancam Tenggelam

31 Mei 2026 - 06:20 WITA

LAN: ASN harus jadi teladan etika digital berdasarkan Pancasila

30 Mei 2026 - 01:40 WITA

Iduladha Perdana di Masjid Negara IKN, Sapi Kurban Presiden dan Wakil Presiden Disalurkan untuk Masyarakat dan Pekerja

28 Mei 2026 - 06:37 WITA

Trending di Warta Nusantara