Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Daerah

KDM : Alih Fungsi Lahan Biang Keladi Bencana di Kabupaten Bogor

badge-check


					KDM : Alih Fungsi Lahan Biang Keladi Bencana di Kabupaten Bogor Perbesar

Cuaca ekstrem yang mengakibatkan bencana alam di Kabupaten Bogor dinilai akibat alih fungsi lahan di kawasan serapan air dan perbukitan menjadi pemicu beberapa kejadian di Bumi Tegar Beriman.

Pernyataan ini disampaikan secara tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, Selasa (5/5/2026).

“Saya sangat memahami berbagai problem kerusakan alam di Kabupaten Bogor. Banyak banjir dan longsor itu disebabkan perubahan tata ruang,” ungkapnya.

KDM mengatakan, kawasan lahan hijau yang semestinya memiliki fungsi sebagai resapan air namun yang terjadi alih fungsi.

Alih fungsi skala besar merubah tata ruang. Dampaknya, tidak hanya dirasakan di wilayah Bogo saja,, tetapi juga dirasakan ke wilayah lain di hilir seperti Jakarta, Bekasi, dan Karawang.

Gubernur Dedi Mulyadi pun menyorot wilayah Kecamatan Sukamakmur. Kata dia di wilayah timur Kabupaten Bogor tersebut mengalami perubahan yang sangat signifikan.

Perbukitan di wilayah tersebut banyak berubah menjadi kavling, perumahan, maupun objek wisata sehingga memperbesar risiko longsor dan meluapnya aliran sungai yang berdampak hingga ke daerah bawah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah berupaya mengembalikan fungsi tata ruang di Bogor agar keseimbangan lingkungan dapat dipulihkan.

“Kami berusaha mengembalikan tata ruang Bogor agar gunung, aliran sungai, dan danau tetap terjaga, sehingga bencana tidak datang setiap waktu,” kata KDM.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah

22 Oktober 2026 - 02:04 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Trending di Warta Daerah