Menu

Mode Gelap
Bibit 93W Menguat Jadi Siklon Tropis, Deret Wilayah Ini Potensi Hujan Kejati Tetapkan Bupati Sitaro Tersangka Korupsi Bantuan Bencana Rp 22,7 M Tanamkan Nilai Kebangsaan Siswa, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Digelar di MAN 2 Mataram Pemprov Papua Tekan Inflasi Lewat Gerakan Pangan Murah Kisah Penyuluh Agama Sipispis Dampingi Lansia Belajar Al-Qur’an Mabes TNI Tertibkan 12 Rumah Dinas di Komplek Slipi yang Dihuni Anak Purnawirawan

Warta Daerah

KDM : Alih Fungsi Lahan Biang Keladi Bencana di Kabupaten Bogor

badge-check


					KDM : Alih Fungsi Lahan Biang Keladi Bencana di Kabupaten Bogor Perbesar

Cuaca ekstrem yang mengakibatkan bencana alam di Kabupaten Bogor dinilai akibat alih fungsi lahan di kawasan serapan air dan perbukitan menjadi pemicu beberapa kejadian di Bumi Tegar Beriman.

Pernyataan ini disampaikan secara tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, Selasa (5/5/2026).

“Saya sangat memahami berbagai problem kerusakan alam di Kabupaten Bogor. Banyak banjir dan longsor itu disebabkan perubahan tata ruang,” ungkapnya.

KDM mengatakan, kawasan lahan hijau yang semestinya memiliki fungsi sebagai resapan air namun yang terjadi alih fungsi.

Alih fungsi skala besar merubah tata ruang. Dampaknya, tidak hanya dirasakan di wilayah Bogo saja,, tetapi juga dirasakan ke wilayah lain di hilir seperti Jakarta, Bekasi, dan Karawang.

Gubernur Dedi Mulyadi pun menyorot wilayah Kecamatan Sukamakmur. Kata dia di wilayah timur Kabupaten Bogor tersebut mengalami perubahan yang sangat signifikan.

Perbukitan di wilayah tersebut banyak berubah menjadi kavling, perumahan, maupun objek wisata sehingga memperbesar risiko longsor dan meluapnya aliran sungai yang berdampak hingga ke daerah bawah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah berupaya mengembalikan fungsi tata ruang di Bogor agar keseimbangan lingkungan dapat dipulihkan.

“Kami berusaha mengembalikan tata ruang Bogor agar gunung, aliran sungai, dan danau tetap terjaga, sehingga bencana tidak datang setiap waktu,” kata KDM.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov Papua Tekan Inflasi Lewat Gerakan Pangan Murah

7 Mei 2026 - 03:47 WITA

Sulut Kebagian Bibit Jagung untuk 15 ribu Hektare dari Pemerintah Pusat

1 Mei 2026 - 16:25 WITA

YSK: Pengelolaan Sektor Perikanan, Harus Tetap Menjaga Ekosistem Laut

30 April 2026 - 03:58 WITA

Ribuan Guru Honorer Bandung Menanti Kepastian, 4 Bulan Belum Gajian

28 April 2026 - 07:40 WITA

Produktivitas Meningkat, Petani Desa Sukses Panen Padi Inpari 32

27 April 2026 - 03:50 WITA

Trending di Warta Daerah