Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Utama

Keracunan Pangan Bukan Main-Main, Tiap Tahun Kerugian Sampai Triliunan

badge-check


					Keracunan Pangan Bukan Main-Main, Tiap Tahun Kerugian Sampai Triliunan Perbesar

Kemenko bidang Pangan menyoroti Kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan. Disebutkan, pada periode Agustus-Oktober 2025 terjadi peningkatan KLB keracunan makanan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Karena itu, Tim Koordinasi Nasional (TKN) yang diketuai Kemenko Pangan memprioritaskan penanganan mitigasi KLB keracunan makanan. Yaitu, dengan mewajibkan Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS).

Deputi bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko bidang Pangan, Nani Hendiarti menjelaskan, terbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG menekankan pentingnya jaminan keamanan pangan.

Hal itu disampaikannya dalam forum Food Summit 2026 CNBC Indonesia dengan tema “Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework” di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Nani mengungkapkan, urgensi keamanan pangan dalam mendukung ekonomi berkelanjutan di Indonesia mencakup pencegahan bahan pangan yang tidak aman dikonsumsi masyarakat, epengawasan keamanan pangan nasional, serta maraknya kejadian keracunan pangan di Indonesia.

“Dampak keracunan pangan di Indonesia menimbulkan kerugian Rp2,4-3,1 triliun per tahun,” kata Nani.

Data tersebut hanya mencakup biaya biaya pengobatan KLB keracunan pangan. Data tersebut merupakan hasil Kajian Litbang Kemenkes tahun 2022.

Tak berhenti di situ, sambungnya, keracunan pangan juga memicu kerugian lanjutan lain.

Nani mengutip data WHO yang mencatat kerugian akibat pangan tidak aman.

“Dampaknya cukup besar. Rata-rata 1,6 juta orang sakit per tahun. Jadi, perlu diingatkan. Banyak jenis penyakit, anak di bawah 5 tahun terdampak, terkena penyakit akibat bawaan pangan,” ujar Nani.

Menurut WHO, sambungnya, dampak kesehatan akibat makanan tidak aman memicu munculnya 200 jenis penyakit, mulai dari diare sampai kanker.

Dan, memicu kematian bagi setidaknya 340 anak usia sampai 5 tahun akibat penyakit bawaan pangan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan

19 Oktober 2026 - 02:57 WITA

Muhammad Saidil, Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Km Demi Bawa Ayah Berobat ke RSUD Sigli

16 Oktober 2026 - 02:50 WITA

Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas

11 Oktober 2026 - 04:57 WITA

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Menyerah dalam Membela Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan Rakyat

7 Oktober 2026 - 03:23 WITA

SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur

2 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Trending di Warta Utama