Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Nusantara

Satu WN Malaysia Jadi Korban Tewas Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar

badge-check


					Satu WN Malaysia Jadi Korban Tewas Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar Perbesar

Seluruh korban dari helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Hingga Jumat (17/4/2026) pagi, dari total delapan korban, masih ada tiga yang belum dievakuasi karena dalam kondisi terjepit di bangkai helikopter.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub kemudian merilis identitas delapan korban helikopter jatuh tersebut. Salah satunya adalah warga negara (WN) Malaysia.

“Helikopter tersebut diawaki oleh 1 (satu) orang pilot, yaitu Capt. Marindra Wibowo, serta membawa 1 (satu) orang engineer Harun Arasyid dan 6 (enam) penumpang, yaitu: Mr. Patrick K. (WN Malaysia), Mr. Victor T, Mr. Charles L, Mr. Joko C, Mr. Fauzie O, dan Mr. Sugito,” demikian pernyataan Dirjen Hubud Kemenhub Lukman F Laisa dalam keterangannya, Jumat siang.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” imbuhnya.

Selain itu, dia menerangkan Ditjen Hubud  bersama AirNav Indonesia dan instansi terkait terus berkoordinasi dengan Basarnas serta pihak terkait setempat guna proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian.

Kronologi hilang kontak hingga ditemukan jatuh

Dalam keterangan itu, Lukman membeberkan kronologi penerbangan helikopter sebelum hilang kontak hingga ditemukan jatuh di Sekadau pada Kamis (16/4/2026).

Helikopter EC 130 T2 dengan register PK-CFX itu dioperasikan oleh PT. Matthew Air Nusantara pada rute Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1) di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, kemarin.

“Berdasarkan informasi yang diterima, pesawat tersebut lepas landas pada pukul 07.37 WIB untuk kemudian pada pukul 08.39 WIB terdeteksi mengirimkan sinyal darurat di wilayah hutan Kalimantan Barat,” kata Lukman.

“Selanjutnya, pukul 09.15 WIB pesawat dinyatakan hilang kontak dan pada pukul 10.43 WIB AirNav Indonesia telah menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) sesuai prosedur yang berlaku,” imbuhnya.

Kemudian, tim SAR gabungan pun dikerahkan pihak terkait termasuk Basarnas untuk mencari helikopter yang hilang kontak itu. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter, dan menemukan seluruh penumpang serta awak pesawat sudah meninggal dunia.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah dan tidak berspekulasi terkait kejadian ini,” kata Lukman.

Operasi evakuasi melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, serta tim gabungan lainnya dengan menggunakan peralatan khusus untuk memotong bagian badan helikopter.

Saat pencarian dilakukan, tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah daya termasuk helikopter Super Puma hingga sepeda motor untuk menjangkau area sulit.

“Kita kerahkan semua potensi, baik udara maupun darat. Kendaraan roda empat dan sepeda motor digunakan untuk menjangkau lokasi yang tidak bisa dilalui mobil,” ujar ADC Kepala Kantor SAR (Basarnas) Pontianak, Ridwansyah, Kamis kemarin.

Dia menerangkan kondisi geografis di sekitar lokasi kejadian memang menjadi tantangan. Area didominasi hutan lebat, perbukitan, serta akses jalan terbatas, sehingga tim harus bergerak fleksibel menyesuaikan medan.

Serpihan helikopter PK-CFX kemudian terdeteksi dari udara di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti, yang menjadi lokasi jatuhnya helikopter nahas tersebut.

“Setelah melakukan searching dan holding dua sampai tiga kali, tim udara menemukan serpihan. Titik awal ini disampaikan oleh Kapten Pilot Puskorma, Abdi Ridho,” ujar Ridwansyah.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara