Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Nusantara

RI–China kerja sama pengentasan kemiskinan, adopsi industrialisasi

badge-check


					RI–China kerja sama pengentasan kemiskinan, adopsi industrialisasi Perbesar

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memperkuat kerja sama dengan China dalam upaya mengentaskan kemiskinan, dengan mengadopsi praktik terbaik berbasis industrialisasi dan hilirisasi yang dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara usai melalukan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Wang Lutong di Jakarta, Senin menyampaikan penguatan kerja sama itu merupakan implementasi arahan Presiden untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

Menurut Iftitah, pihaknya telah mempelajari langsung keberhasilan China dalam mengelola program transmigrasi dan pengentasan kemiskinan.

Salah satu contoh yang disoroti adalah relokasi jutaan penduduk yang beriringan dengan pembangunan infrastruktur industrialisasi dan hilirisasi.

“Kami menyaksikan sendiri bagaimana proses transmigrasi yang ada di Tiongkok, bagaimana mereka itu memindahkan lebih dari 9 juta jiwa karena adanya pembangunan pembangkit listrik tenaga air, membangun bendungan besar di sana, terus kemudian bagaimana mereka juga ikut memberdayakan masyarakat,” katanya.

“Sehingga melalui industrialisasi dan hilirisasi terbuka lebih banyak lapangan kerja, kemudian kemiskinan hilang dan tingkat pendapatan masyarakat meningkat bahkan berkali-kali lipat,” lanjut dia.

Model tersebut, kata dia, akan diadaptasi di 154 kawasan transmigrasi di Indonesia, serta dalam waktu dekat, pemerintah juga akan mengirim tim ahli ke China untuk memperdalam pembelajaran.

“Dalam waktu dekat, Pemerintah Tiongkok mengundang Kementerian Transmigrasi untuk mengirim para ahli, satu terdiri dari pegawai Kementerian Transmigrasi, kemudian yang kedua itu adalah dari para akademisi di 10 top universitas di Indonesia,” ujarnya.

10 top universitas itu adalah Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Tak hanya akademisi dan pejabat, perwakilan transmigran juga akan dilibatkan dalam program pembelajaran tersebut.

“Kemudian ditambah juga nanti beberapa perwakilan transmigran untuk berangkat ke Tiongkok, mempelajari bagaimana cara untuk mengatasi kemiskinan yang ada di Indonesia,” katanya.

Selain itu, disampaikan dia dalam pertemuan itu, kedua negara juga membahas rencana pembentukan Center of Excellence untuk pengentasan kemiskinan yang akan difokuskan di Papua, mencakup ketahanan pangan, energi, dan air.

“Kemudian kami juga berbicara tentang rencana kerja sama yang menyeluruh terkait dengan pengentasan kemiskinan ini melalui pembentukan semacam Center of Excellence untuk ketahanan pangan, ketahanan energi termasuk air yang kami fokuskan di Papua. Kami ingin membantu rakyat Papua sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden,” kata Iftitah.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut tengah dibahas lebih lanjut secara konkret bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), termasuk rencana hibah dari Pemerintah China.

“Inilah yang kemudian nanti insya Allah sedang dibicarakan secara konkret melalui Bappenas, nanti Pemerintah Tiongkok juga akan memberikan hibah kepada Kementerian Transmigrasi untuk membantu Center of Excellence tersebut yang ada di Papua,” ujarnya.

Ia menyampaikan minat China terhadap proyek ini cukup tinggi, setelah sebelumnya mengirim delegasi untuk melakukan survei langsung ke Papua.

“Berdasarkan penuturan dari Pak Dubes, mereka sangat antusias sekali dan ingin mewujudkan segera terwujudnya Center of Excellence untuk pengentasan kemiskinan yang ada di Papua,”katanya.

Sementara itu, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan kolaborasi tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas teknologi dan membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat di Indonesia.

“Jadi semua ini dirancang untuk meningkatkan teknologi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi generasi muda Indonesia,” katanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara