Menu ✖

Mode Gelap
Korupsi Tunjangan Rp 18,79 M, Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan Kejati Jabar Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028 Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis: Kita Berada di Jalur yang Benar Pangdam XIII/Merdeka Tegaskan Kawal Program Nasional Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

Warta Daerah

Peringati Merah Putih, Gubernur: Jangan Biarkan Api Patriotisme Redup

badge-check


					Peringati Merah Putih, Gubernur: Jangan Biarkan Api Patriotisme Redup Perbesar

Manado, infokatulistiwanews.com – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus pada ‘Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih’ berharap api patriotisme jangan dibiarkan redup.

“Merah Putih di tanah paling utara nusantara ini dikibarkan dengan jiwa dan air mata,” kata Gubernur Yulius di Manado, Sabtu (14/2/2026).

Gubernur Yulius menyebutkan, delapan dekade Peristiwa Merah Putih sebagai simbol ketangguhan dan bukti bahwa api patriotisme tidak pernah padam di Bumi Nyiur Melambai.

Ia mengingatkan bahwa peristiwa heroik di Tangsi Militer Teling menjadi tonggak penting perlawanan rakyat Sulawesi Utara terhadap penjajahan dan merupakan proklamasi kedua bagi daerah ini.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menegakkan kembali harga diri, keberanian, dan semangat juang para pahlawan,” tegas Gubernur.

Gubernur juga mengenang para tokoh pejuang Peristiwa Merah Putih yang dengan berani menurunkan bendera penjajah dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai simbol kemenangan kedaulatan bangsa.

Nilai perjuangan tersebut, lanjut Gubernur, dirangkum dalam tema peringatan tahun ini: “Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulut untuk Nusantara”, sebagai komitmen Sulawesi Utara menjaga keutuhan NKRI.

Dalam rangkaian peringatan tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menghadirkan sejumlah kegiatan seperti Merah Putih Panahan Sulut Open, drama kolosal sejarah, serta pembagian bunga dan cokelat kepada masyarakat sebagai simbol perjuangan yang berlandaskan cinta tanah air dan kemanusiaan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Yulius juga menginstruksikan tiga hal penting yaitu memperkuat literasi sejarah, memperkokoh sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, serta mentransformasikan semangat juang untuk melawan kemiskinan dan perpecahan di era modern.

Pewarta: Sevry/Arly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan

24 Oktober 2026 - 04:30 WITA

Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar

22 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah

22 Oktober 2026 - 02:04 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

Trending di Warta Daerah