Menu

Mode Gelap
Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri Cerita Mistis Pembangunan Jembatan Suramadu di Film Tumbal Proyek Temuan BPK: 251 Pemegang IUP Lakukan Penambangan Tanpa RKAB Menuju Pemilu 2029, KPU Siapkan Pemutakhiran Data Pemilih dan Dapil Khusus IKN untuk Pemilihan DPD dan DPR Hakim India-Indonesia Bahas Konvergensi Tantangan Hukum Blokade Jetty PT JAS, Warga Haltim Protes Dugaan Pencemaran Laut

Warta Daerah

Peringati Merah Putih, Gubernur: Jangan Biarkan Api Patriotisme Redup

badge-check


					Peringati Merah Putih, Gubernur: Jangan Biarkan Api Patriotisme Redup Perbesar

Manado, infokatulistiwanews.com – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus pada ‘Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih’ berharap api patriotisme jangan dibiarkan redup.

“Merah Putih di tanah paling utara nusantara ini dikibarkan dengan jiwa dan air mata,” kata Gubernur Yulius di Manado, Sabtu (14/2/2026).

Gubernur Yulius menyebutkan, delapan dekade Peristiwa Merah Putih sebagai simbol ketangguhan dan bukti bahwa api patriotisme tidak pernah padam di Bumi Nyiur Melambai.

Ia mengingatkan bahwa peristiwa heroik di Tangsi Militer Teling menjadi tonggak penting perlawanan rakyat Sulawesi Utara terhadap penjajahan dan merupakan proklamasi kedua bagi daerah ini.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menegakkan kembali harga diri, keberanian, dan semangat juang para pahlawan,” tegas Gubernur.

Gubernur juga mengenang para tokoh pejuang Peristiwa Merah Putih yang dengan berani menurunkan bendera penjajah dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai simbol kemenangan kedaulatan bangsa.

Nilai perjuangan tersebut, lanjut Gubernur, dirangkum dalam tema peringatan tahun ini: “Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulut untuk Nusantara”, sebagai komitmen Sulawesi Utara menjaga keutuhan NKRI.

Dalam rangkaian peringatan tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menghadirkan sejumlah kegiatan seperti Merah Putih Panahan Sulut Open, drama kolosal sejarah, serta pembagian bunga dan cokelat kepada masyarakat sebagai simbol perjuangan yang berlandaskan cinta tanah air dan kemanusiaan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Yulius juga menginstruksikan tiga hal penting yaitu memperkuat literasi sejarah, memperkokoh sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, serta mentransformasikan semangat juang untuk melawan kemiskinan dan perpecahan di era modern.

Pewarta: Sevry/Arly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Blokade Jetty PT JAS, Warga Haltim Protes Dugaan Pencemaran Laut

25 April 2026 - 07:11 WITA

APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara

23 April 2026 - 13:28 WITA

Pelayanan RSUD Kembali Normal Pasca-Aksi Mogok Tenaga Medis Aceh Besar

22 April 2026 - 07:26 WITA

Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan

18 April 2026 - 07:01 WITA

Dikonfirmasi Dugaan Proyek Tidak Sesuai Spek, Kadiskes Sukamara, Ari Junita Bungkam

17 April 2026 - 05:27 WITA

Trending di Warta Daerah