Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Warta Daerah

Peringati Merah Putih, Gubernur: Jangan Biarkan Api Patriotisme Redup

badge-check


					Peringati Merah Putih, Gubernur: Jangan Biarkan Api Patriotisme Redup Perbesar

Manado, infokatulistiwanews.com – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus pada ‘Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih’ berharap api patriotisme jangan dibiarkan redup.

“Merah Putih di tanah paling utara nusantara ini dikibarkan dengan jiwa dan air mata,” kata Gubernur Yulius di Manado, Sabtu (14/2/2026).

Gubernur Yulius menyebutkan, delapan dekade Peristiwa Merah Putih sebagai simbol ketangguhan dan bukti bahwa api patriotisme tidak pernah padam di Bumi Nyiur Melambai.

Ia mengingatkan bahwa peristiwa heroik di Tangsi Militer Teling menjadi tonggak penting perlawanan rakyat Sulawesi Utara terhadap penjajahan dan merupakan proklamasi kedua bagi daerah ini.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menegakkan kembali harga diri, keberanian, dan semangat juang para pahlawan,” tegas Gubernur.

Gubernur juga mengenang para tokoh pejuang Peristiwa Merah Putih yang dengan berani menurunkan bendera penjajah dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai simbol kemenangan kedaulatan bangsa.

Nilai perjuangan tersebut, lanjut Gubernur, dirangkum dalam tema peringatan tahun ini: “Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulut untuk Nusantara”, sebagai komitmen Sulawesi Utara menjaga keutuhan NKRI.

Dalam rangkaian peringatan tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menghadirkan sejumlah kegiatan seperti Merah Putih Panahan Sulut Open, drama kolosal sejarah, serta pembagian bunga dan cokelat kepada masyarakat sebagai simbol perjuangan yang berlandaskan cinta tanah air dan kemanusiaan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Yulius juga menginstruksikan tiga hal penting yaitu memperkuat literasi sejarah, memperkokoh sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, serta mentransformasikan semangat juang untuk melawan kemiskinan dan perpecahan di era modern.

Pewarta: Sevry/Arly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah