Menu ✖

Mode Gelap
Korupsi Tunjangan Rp 18,79 M, Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan Kejati Jabar Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028 Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis: Kita Berada di Jalur yang Benar Pangdam XIII/Merdeka Tegaskan Kawal Program Nasional Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

Serba Serbi

Kisah Anak Nelayan yang Jadi Tulang Punggung Keluarga

badge-check


					Kisah Anak Nelayan yang Jadi Tulang Punggung Keluarga Perbesar

Lahir dari keluarga sederhana di pesisir, Tika Wulandari tumbuh dengan cerita hidup yang tak pernah jauh dari perjuangan. Ayahnya seorang nelayan yang kerap pulang tanpa membawa hasi.

Ibunya, Siti Wartika, membesarkannya dengan kesabaran dan keyakinan bahwa hidup yang serba terbatas bukan alasan untuk berhenti bersyukur.

Tika terbiasa hidup prihatin sejak kecil, tapi orang tuanya mengajarkan bahwa nikmat keluarga yang sehat dan tempat berteduh, sekecil apa pun, adalah karunia yang patut dijaga.

1. Berawal dari ayahnya yang melaut berhari-hari tanpa hasil

Sejak kelas 4 SD hingga lulus SMP, sepulang sekolah Tika membantu tetangga yang mengolah pindang ikan demi menambah uang saku dan biaya makan.

Meski serba terbatas, pendidikan agama tetap menjadi prioritas orang tuanya. Bahkan setelah lulus SMP, Tika tetap disekolahkan di SMK pesantren hingga selesai.

Ujian datang ketika Tika duduk di bangku SMK kelas XI. Angin laut yang kencang membuat ayahnya melaut berhari-hari tanpa hasil. Beras di gentong habis, ibunya menangis, tapi tetap tersenyum.

“Tidak apa-apa, yang penting Bapak selamat,” ujar sang ibu kala itu. Momen tersebut menjadi titik balik tekad Tika untuk membantu keluarganya.

Lulus SMK, Tika memilih tidak melanjutkan kuliah demi meringankan beban orang tua dan adiknya yang masih kecil.

Ia mencari pekerjaan apa pun yang halal, hingga akhirnya pada tahun 2019, ia diterima sebagai account officer (AO) Mekaar Panarukan di PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

2. Menjadi account officer PNM sejak lulus SMK

Menjalani peran sebagai AO bukan perkara mudah. Namun, bagi Tika, pekerjaannya terasa mulia. Ia memandang setiap nasabah seperti ibunya sendiri, perempuan-perempuan tangguh yang berjuang demi keluarga.

Meski sempat mendapat kekhawatiran dari ayahnya karena harus bekerja di lapangan, doa orang tua mengantarkannya pada kesempatan baru. Tika mengikuti seleksi dan lolos menjadi FAO Bungatan, bekerja di kantor seperti harapan ayahnya.

Dari gaji pertamanya, Tika mampu membeli kendaraan sendiri. Perlahan, ia bisa menabung setiap bulan yang ia berikan kepada ibunya, hingga akhirnya keluarganya mampu membeli sapi.

Puncaknya, pada Desember 2022, tabungan tersebut disepakati keluarga untuk membeli sebuah perahu. Sejak saat itu, ayah Tika tak lagi bergantung pada kapal orang lain.

Kini, perahu tersebut mampu menghidupi hingga 20 hingga 25 pekerja nelayan. Senyum di keluarga kecil Tika kembali merekah.

“Semakin saya memberi, semakin banyak rezeki yang Allah titipkan kembali,” ujar Tika.

3. Kerja keras membuat Tika sukses bangkitkan perekonomian keluarga

Tak berhenti di sana, sejak 2022 Tika juga mendapatkan beasiswa pendidikan dari PNM. Di tengah kesibukannya bekerja, ia mendapat kesempatan kuliah S-1 secara gratis, sebuah mimpi yang tak pernah terbayang sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa kisah Tika mencerminkan komitmen PNM dalam memaknai pemberdayaan secara menyeluruh.

“PNM percaya bahwa pemberdayaan tidak hanya ditujukan kepada nasabah, tetapi juga kepada karyawan. Kami ingin memastikan setiap Insan PNM memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, meningkatkan kesejahteraan, dan membawa dampak positif bagi keluarga serta lingkungannya. Kisah Tika adalah bukti bahwa ketika kesempatan diberikan, dampaknya bisa berlipat ganda,” ujar Dodot.

Bagi PNM, perjalanan Tika Wulandari bukan sekadar kisah sukses individu, melainkan cerminan bagaimana pemberdayaan yang konsisten dapat mengubah nasib satu keluarga, bahkan membuka harapan bagi banyak orang di sekitarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Trending di Serba Serbi