Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Utama

Bertambah Lagi Korban Meninggal Ponpes Al Khoziny Ambruk Jadi 3 Santri

badge-check


					Bertambah Lagi Korban Meninggal Ponpes Al Khoziny Ambruk Jadi 3 Santri Perbesar

Musala yang berada di kawasan asrama putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo, ambruk saat sedang digunakan santri untuk salat berjemaah pada Senin (29/9/2025). Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu roboh dan mengakibatkan puluhan santri luka-luka dan tiga meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa (30/9/2025) pukul 08.00 WIB, total ada 98 santri menjadi korban dalam peristiwa ini. Para korban dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya.

Pada hari ini, Selasa (30/9/2025) ada dua tambahan santri yang meninggal dunia, yakni Mochammad Mashudulhaq (14), asal Dukuh Pakis, Surabaya dan Muhammad Soleh (22), asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung.

Mashudulhaq sempat dirawat di RSUD Sidoarjo namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, Muhammad Soleh yang mengalami luka parah dan sempat berada di zona merah, juga dinyatakan meninggal dunia pada Selasa pagi.

Direktur RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan, mengatakan salah satu pasien harus diamputasi di lokasi kejadian karena kondisi luka yang sangat berat dan membahayakan nyawa.

“Evakuasi dilakukan cepat di TKP. Tim ortopedi dan anestesi kami lakukan amputasi lengan kiri karena korban terjepit reruntuhan bangunan,” ujar dr Atok saat dikonfirmasi di RSUD Selasa (30/9/2025).

Sementara itu, salah satu korban dengan kondisi paling parah adalah Muhammad Soleh, yang sempat mengalami himpitan di bagian bawah tubuh hingga harus dirawat intensif sebelum akhirnya meninggal dunia saat dirujuk di RSUDSidoarjo.

“Saat itu kondisi darurat. Kami kirim tim bedah dan ortopedi ke lokasi. Amputasi dilakukan malam hari karena situasi tidak memungkinkan menunggu rujukan atau keluarga,” ujar dr Atok.

RSUD Sidoarjo merawat total 40 santri. Rinciannya:
Luka berat: 7 orang
Luka sedang: 4 orang
Luka ringan: 28 orang
Status saat ini:
Pulang: 29 pasien
Masih dirawat: 9 pasien
Observasi: 1 pasien
APS (Atas Permintaan Sendiri): 1 pasien
Meninggal dunia: 1 pasien (Mashudulhaq)

Kondisi Korban di RSI Siti Hajar
Sementara itu, RSI Siti Hajar menangani 52 pasien dengan rincian, kemarin meninggal 1 santri
Rawat inap: 10 santri
Sudah dipulangkan: 40 santri
Dirujuk ke RS Al-Shakinah Mojokerto: 1 santri

Humas RSI Siti Hajar, dr Erli Mawar Nuraini, menjelaskan bahwa mayoritas santri mengalami luka ringan dan trauma.

“Datanya kemarin 1 santri meninggal, 10 santri masih dirawat inap, 1 santri dirujuk ke Mojokerto, dan 40 santri sudah pulang,” kata Erli

Korban reruntuhan bangunan yang meninggal di RS Siti Hajar ialah Maulana Alfan Abrahimafic (15). Santri tersebut merupakan warga Jalan Kalianyar Kulon, Gang 9, No. 5, Kelurahan Pebean, Kecamatan Pabean Catikan, Surabaya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan

19 Oktober 2026 - 02:57 WITA

Muhammad Saidil, Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Km Demi Bawa Ayah Berobat ke RSUD Sigli

16 Oktober 2026 - 02:50 WITA

Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas

11 Oktober 2026 - 04:57 WITA

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Menyerah dalam Membela Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan Rakyat

7 Oktober 2026 - 03:23 WITA

SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur

2 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Trending di Warta Utama