Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Nusantara

Ibu Hamil di Polman Ditandu 13 Km gegara Jalan Rusak, Bayinya Meninggal

badge-check


					Ibu Hamil di Polman Ditandu 13 Km gegara Jalan Rusak, Bayinya Meninggal Perbesar

Ibu hamil bernama Ela (40) terpaksa ditandu sejauh 13 kilometer (km) menuju Puskesmas karena jalan rusak tidak bisa dilalui mobil di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Sayangnya, bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar meninggal dunia.

“Infonya meninggal memang anaknya sebelum di sc (caesar). Bisa jadi karena keterlambatan (penanganan) karena jalanan, biar ditandu itu pasti goyang-goyang (pasien),” kata bidan yang mendampingi pasien, Jumaliah kepada wartawan, Sabtu (27/9/2025).

Perjuangan menandu pasien menuju Puskesmas dilakukan warga Dusun Pusu, Desa Pao-pao, Kecamatan Alu, Jumat (26/9). Pasien ditandu selama lebih kurang 3,5 jam menuju Puskesmas Alu. Sesampainya di Puskesmas Alu, pasien langsung dirujuk ke rumah sakit di Majene, untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

“Diperkirakan mulai ditandu sekira setengah tujuh, sampai di puskesmas tiba sekira jam sepuluh. Jaraknya sekira 13 kilometer, setelah itu langsung dirujuk ke rumah sakit,” ungkap Jumaliah.

Jumaliah mengungkapkan bahwa sebenarnya pasien melakukan persalinan bayi kembar. Persalinan pertama berjalan lancar di rumah pasien di Dusun Pusu, Kamis malam (25/9). Keluarga pasien baru memanggil bidan setelah persalinan kedua tidak berjalan lancar.

“Kemarin malam (kamis malam) melahirkan di rumahnya, keluarganya datang cari saya karena katanya yang satu (bayi) belum keluar. Sampai di rumahnya saya tindaki (pasien), saya suruh juga suaminya untuk cari orang buat persiapan bawa pasien ke Puskesmas,” tuturnya.

“Tapi karena sudah tengah malam tidak ada orang (yang bisa tandu ke puskesmas), saya sampaikan harus cepat dibawa karena jangan sampai (pasien) pendarahan, kita kekurangan alat, fasilitas tidak memadai,” sambung Jumaliah.

Menurut Jumaliah, pasien terpaksa ditandu menuju Puskesmas karena akses jalan yang dilewati rusak parah dan belum bisa dilalui kendaraan roda empat. Dia menegaskan, menandu pasien ke Puskesmas untuk mendapat perawatan sudah berulang kali dilakukan warga setempat akibat buruknya infrastruktur jalan.

“Memang tidak bisa mobil (melintas), pokoknya kalau ada di sini orang sakit, sudah beberapa kali saya alami kalau ada orang sakit, orang mau melahirkan susah untuk ditolong, selalu dibawa ke sana (Puskesmas) ditandu. Sempit jalan, juga rusak sebagian masih tanah, ada juga sungai kalau musim hujan kerap meluap tidak bisa dilalui karena tidak ada jembatan,” pungkasnya.

Dalam potongan video pendek yang dilihat detikcom, Sabtu (27/9), tampak sejumlah warga menandu pasien menggunakan kain sarung yang diberi bambu.

Permukaan jalan selebar satu meter yang dilalui warga menandu pasien sebagian besar masih berupa tanah. Warga juga terlihat melintasi jembatan kayu kecil serta anak sungai.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara