Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru

Warta Nusantara

Kemenkominfo: 2.333 Desa di Indonesia Belum Tersentuh Internet

badge-check


					Kemenkominfo: 2.333 Desa di Indonesia Belum Tersentuh Internet Perbesar

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa sebanyak 2.333 desa di Indonesia hingga kini belum memiliki koneksi internet. Kondisi ini menyoroti perlunya kolaborasi dari berbagai pihak untuk mengatasi kesenjangan digital tersebut.

“Angka ini kami yakini adalah target yang masuk akal jika kita semua bergabung tangan untuk menyelesaikan PR-PR ini bersama,” ujar Meutya saat memimpin upacara perayaan Hari Bhakti Postel ke-80 di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu.

Meutya merinci bahwa dari jumlah tersebut, 2.017 desa masih hidup tanpa layanan 4G, dan 316 desa lainnya — yang mayoritas berupa ladang non-pemukiman — juga menghadapi situasi serupa.

Ia menilai tantangan ini sebagai tugas bersama untuk meningkatkan angka konektivitas Indonesia hingga menembus 80 persen. Menurutnya, upaya ini tidak sulit, mengingat semangat perjuangan yang ditunjukkan oleh Angkatan Muda Perusahaan Telepon dan Telegraf (AMPTT) pada 27 September 1945. Saat itu, dengan semangat kerja sama, mereka berhasil mengambil alih Perusahaan Telepon dan Telegraf (PTT) dari kekuasaan Jepang dan menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia untuk pertama kali ke dunia.

“Kita akan dorong terus bersama dengan komitmen bahwa hari ini perjuangan belum selesai dengan semangat meneruskan segala perjuangan yang telah dilakukan angkatan muda dari Postel di tahun 1945,” tegasnya.

Di masa kini, upaya perbaikan tersebut juga mencakup peningkatan penetrasi fixed broadband rumah tangga, yang angka konektivitasnya saat ini masih 27,4 persen. Selain itu, pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang berdaulat juga menjadi strategi penting dalam memperkokoh pertahanan nasional, terutama mengingat dinamika geopolitik dan risiko lumpuhnya infrastruktur telekomunikasi akibat konflik antarnegara.

Meutya turut menegaskan bahwa digitalisasi adalah motor penggerak utama untuk mendukung target Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke angka delapan persen.

Sebagai wujud komitmen, acara tersebut ditutup dengan penandatanganan deklarasi bersama oleh sejumlah pelaku industri informasi, komunikasi, dan telekomunikasi (ICT) serta digital. Deklarasi ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Pelaku industri yang menandatangani deklarasi tersebut meliputi PT. Telkom Indonesia Tbk., PT. Telkomsel, PT. Indosat Tbk., PT. XLSmart Tbk., Huawei Indonesia, Ericsson Indonesia, Aspimtel, Mastel, APJII, APJATEL, ASKALSI, ATSI, ASIOTI, INDOTELKO, Pos Indonesia, Bakti Komdigi, hingga Pandi.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

20 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Trending di Warta Nusantara