Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru

Warta Nusantara

Rupiah Terkapar, Dolar AS Tembus Rp16.670

badge-check


					Rupiah Terkapar, Dolar AS Tembus Rp16.670 Perbesar

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (24/9/2025).

Merujuk data Refinitiv, mata uang garuda dibuka terdepresiasi 0,06% ke posisi Rp16.670/US$. Setelah pada perdagangan kemarin, rupiah turut melemah 0,36% di level Rp16.660/US$ sekaligus mencatatkan level terlemahnya sejak April 2025.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 09.00 WIB terpantau tengah mengalami penguatan 0,07% di level 97,332. Meski demikian, DXY sedang mengalami pelemahan dalam dua hari beruntun sejak awal pekan.

Pergerakan rupiah seiring dengan pelemahan indeks dolarAS.DXY turun karena pelaku pasar masih menaruh ekspektasi akan adanya dua kali lagi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.

Meski Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan nada hati-hati terkait prospek pelonggaran kebijakan, pasar tetap meyakini arah kebijakan moneter AS menuju pelonggaran lebih lanjut.

Powell menegaskan bank sentral harus menyeimbangkan risiko inflasi yang masih tinggi dengan pelemahan pasar tenaga kerja. Ia juga memperingatkan bahwa pelonggaran moneter yang terlalu cepat bisa memperburuk inflasi, sementara pengetatan berlebihan berpotensi merusak prospek ketenagakerjaan.

Sikap hati-hati ini sempat menahan penguatan aset berisiko, namun DXY kembali tertekan pada perdagangan kemarin, Selasa (23/9/2025) karena sentimen pasar lebih condong ke arah pemangkasan suku bunga.

Bagi rupiah, kondisi tersebut sebetulnya menjadi katalis positif. Investor akan cenderung kembali melirik aset berisiko,pasar keuangan Indonesia, yang menawarkan imbal hasil menarik. Dengan demikian, rupiah masih memiliki harapan penguatan pada hari ini, meski pelaku pasar tetap waspada terhadap data inflasi AS ke depan yang dapat mempengaruhi arah kebijakan moneter global.

Red~ IKN

Source: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

20 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Trending di Warta Nusantara