Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Nusantara

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 23 September 2025

badge-check


					Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 23 September 2025 Perbesar

Jakarta, infokatulistiwanews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) merangkum laporan kejadian bencana pada periode 21–23 September 2025, pukul 07.00 WIB. Berdasarkan laporan, berbagai peristiwa terjadi di beberapa provinsi, mulai dari angin kencang, kebakaran lahan, hingga banjir.

Kejadian bencana pertama di wilayah Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur Minggu, (21/9). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB. Hujan disertai angin kencang ini menyebabkan beberapa kerusakan pada fasilitas dan rumah warga di wilayah Kecamatan Dagangan.

Dampak angin kencang meluas ke enam desa, yaitu Desa Ngranget, Desa Padas, Desa Segulung, Desa Prambon, Desa Banjarsari Kulon, dan Desa Banjarsari Wetan. Sebanyak 78 kepala keluarga terdampak oleh bencana ini. Kerusakan material yang tercatat meliputi 78 unit rumah dan 1 fasilitas daerah. Rinciannya adalah: Desa Ngranget 23 unit rumah, Desa Padas 24 unit rumah, Desa Segulung 12 unit rumah, Desa Banjarsari Kulon 9 unit rumah, Desa Banjarsari Wetan 10 unit rumah, dan Desa Prambon 1 unit Fasdah terdampak.

Upaya penanganan bencana ini, BPBD Kabupaten Madiun bersama Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana telah melakukan assessment di daerah terdampak. Tim masih terus bekerja untuk melakukan penanganan dan pemulihan, termasuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan kerusakan segera ditangani.

Selain Madiun, wilayah Kabupaten Boyolali dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang Pada Minggu, (21/9). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18:30 WIB menyebabkan kerusakan di di Kecamatan Ngemplak, Desa Pandeyan.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 89 kepala keluarga terdampak akibat peristiwa ini. Dari jumlah tersebut, enam jiwa harus mengungsi sementara karena rumah mereka mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Total kerugian materiil diperkirakan meliputi 89 unit rumah yang terdampak.

Menanggapi kejadian tersebut, Tim TRC BPBD Kabupaten Boyolali melakukan kaji cepat di lokasi terdampak serta melakukan penanganan terhadap pohon-pohon tumbang yang mengganggu aktivitas masyarakat. BPBD Kabupaten Boyolali terus memantau kondisi lapangan dan siap memberikan bantuan tambahan jika dibutuhkan.

Beralih ke Provinsi Aceh, kebakaran lahan terjadi di Desa Durung, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Senin, (22/9). Kebakaran diduga berasal dari pembakaran sampah tanpa pengawasan. Sekitar satu hektar lahan terdampak, namun tidak menimbulkan korban jiwa. BPBD Aceh Besar mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran, dan api berhasil dipadamkan pada pukul 14.01 WIB.

Bencana berikutnya banjir yang terjadi di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin, (22/9). Banjir dipicu curah hujan tinggi di Desa Sekoci dan pasangnya air laut, sehingga Sungai Sei Besitang meluap. Sekitar 150 kepala keluarga terdampak, dengan 135 unit rumah mengalami kerusakan. Tinggi Muka Air tercatat 80–100 cm dan saat ini mulai berangsur surut. BPBD Kabupaten Langkat bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan monitoring wilayah terdampak.

Kejadian banjir juga terjadi di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, akibat curah hujan tinggi pada Senin, (22/9). Banjir ini memengaruhi Desa Tibo dan Desa Kaliburu di Kecamatan Sindue Tombusa Bora, dengan 258 jiwa terdampak dan 66 unit rumah mengalami kerusakan. Kondisi terkini hujan mulai mereda, air mulai surut, dan warga telah memulai pembersihan rumah masing-masing. Tim BPBD terus memantau wilayah terdampak untuk mendukung pemulihan pasca-banjir.

BNPB mengimbau masyarakat di seluruh wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengikuti arahan petugas, dan segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

Red~ IKN

Abdul Muhari, Ph.D.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara