Menu ✖

Mode Gelap
Geledah PT Djarum dan Bea Cukai Kudus, KPK Sita Dokumen hingga BBE Dasco: Semangat Sumpah Pemuda, Fondasi Hadapi Kompleksitas Global dan Regional Desy Ratnasari Kuras Emosi Perankan Ibu Hamka, Tantangan di Logat Minang Kadivhumas Polri: Kebebasan Berpendapat Dijamin Undang-Undang, Mari Jaga Keamanan Bersama APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Anggaran TA 2025 di DPUPRPERKIM Bartim Sekjen PBB Soroti Konflik hingga Krisis Iklim, Minta Negara Perkuat Kerja Sama

Serba Serbi

10 Makanan Khas Papua yang Wajib Dicoba, dari Papeda hingga Udang Selingkuh

badge-check


					10 Makanan Khas Papua yang Wajib Dicoba, dari Papeda hingga Udang Selingkuh Perbesar

Papua terletak di bagian barat Pulau Nugini, dikenal bukan hanya karena kekayaan mineral seperti emas, tembaga, dan perak, atau hutan hujannya yang luas, tetapi juga karena warisan budayanya yang beragam.

Dengan ratusan suku yang mendiami wilayah ini, Papua mempunyai berbagai kuliner unik yang mencerminkan kearifan lokal dan filosofi hidup masyarakatnya.

Berikut 10 makanan khas Papua yang harus dicoba:

1. Papeda

Papeda adalah makanan pokok masyarakat Papua yang terbuat dari sagu. Adonan sagu dicampur dengan air mendidih hingga mengental, menghasilkan tekstur lengket dan kenyal.

Biasanya papeda disajikan bersama ikan kuah kuning yang kaya rempah. Selain sebagai sumber energi, menurut Food and Agriculture Organization (FAO), sagu merupakan bahan pangan penting di kawasan Pasifik karena rendah kolesterol dan tinggi serat.

2. Ikan Bakar Manokwari

Hidangan ini menggunakan ikan segar yang dibumbui bawang putih, bawang merah, cabai, kunyit, dan jeruk nipis, kemudian dibakar di atas bara api.

Rasanya khas dan kerap disajikan bersama nasi putih serta sambal.

3. Kue Bagea Sagu

Bagea merupakan camilan berbahan dasar sagu yang dicampur dengan gula aren dan kelapa parut, lalu dipanggang hingga keras dan renyah.

Menurut UNESCO Intangible Cultural Heritage, sagu tidak hanya berfungsi sebagai pangan, tetapi juga simbol identitas budaya masyarakat di wilayah Papua dan Maluku.

4. Sate Ulat Sagu

Ulat sagu, yang dipanen dari batang pohon sagu tua, dipanggang hingga garing di luar dan lembut di dalam.

Rasanya gurih dan mirip sate ayam atau kikil. Menurut penelitian di Journal of Ethnic Foods (Springer, 2019), ulat sagu kaya protein dan asam lemak esensial, menjadikannya sumber nutrisi penting sekaligus bagian dari tradisi kuliner lokal.

5. Kue Lontar

Kue manis berbentuk pie besar dengan isian campuran telur, susu, dan gula ini menunjukkan pengaruh kolonial Belanda dalam kuliner Papua. Biasanya disajikan pada perayaan Natal atau acara khusus.

6. Sambal Colo-colo

Berbeda dari sambal pada umumnya, colo-colo dibuat dari bahan mentah seperti cabai, bawang merah, tomat hijau, daun kemangi, dan perasan jeruk nipis. Rasanya segar, pedas, asam, dan sedikit pahit.

7. Aunu Senebre

Hidangan ini berasal dari Papua Selatan, terbuat dari ikan teri nasi, daun talas, dan kelapa parut yang dikukus.

Aunu senebre pernah masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) sebagai makanan tradisional populer.

8. Norohombi

Makanan pokok berbahan sagu yang dibungkus daun pisang dan dikukus. Norohombi biasanya disantap dengan kuah kuning, tumisan sayur, atau sambal.

Kaya karbohidrat, hidangan ini menjadi sumber energi utama masyarakat pegunungan Papua.

9. Udang Selingkuh

Lobster air tawar berukuran besar khas Wamena yang memiliki capit menyerupai kepiting.

Dagingnya padat, lembut, dan manis, bisa dimasak dengan berbagai bumbu, seperti saus tiram, asam manis, atau dibakar sederhana.

10. Ikan Bungkus

Ikan laut yang dibumbui rempah-rempah Papua lalu dibungkus daun talas atau daun salam sebelum dimasak.

Proses ini menghasilkan aroma khas sekaligus menjaga kelembutan ikan.

Dengan keberagaman kuliner ini, Papua tidak hanya menjadi destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga destinasi kuliner yang menampilkan kekayaan tradisi serta potensi pangan lokal yang berharga bagi dunia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Instruksikan BRIN Percepat Riset Vaksin Malaria RI

28 Oktober 2026 - 04:07 WITA

Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026

26 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Trending di Serba Serbi