Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Parlemen

DPR RI dan Korea Bahas Isu Tenaga Kerja

badge-check


					DPR RI dan Korea Bahas Isu Tenaga Kerja Perbesar

Hubungan diplomatik Indonesia dan Republik Korea kembali mendapat angin segar lewat pertemuan resmi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/8/2025). Delegasi Utusan Khusus Presiden Republik Korea bertemu pimpinan DPR RI untuk membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari isu perdagangan, pendidikan, hingga penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea yang saat ini tertunda.

Dalam suasana penuh keakraban, Puan Maharani menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut. “Kunjungan bapak ibu sekalian sebagai Utusan Khusus Presiden Korea mencerminkan komitmen pemerintah Korea yang baru untuk terus mengembangkan hubungan baik Indonesia dan Korea,” ujar Ketua DPR RI itu.

Puan juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Presiden Republik Korea yang baru. “Saya berharap di bawah kepemimpinan Yang Mulia Presiden Lee Jae-Myung, Republik Korea semakin maju dan kemajuannya berdampak positif bagi stabilitas di Kawasan Asia Timur,” katanya.

Isu PMI menjadi sorotan utama. Puan menekankan pentingnya melanjutkan pembahasan Memorandum of Understanding (MoU) Employment Permit System (EPS) yang belum diperpanjang. “PMI di Korea adalah para pekerja yang memiliki semangat tinggi untuk bekerja dan produktif. Sehingga mereka tentu akan berkontribusi positif bagi ekonomi Korea,” ungkapnya. Ia pun meminta dukungan Majelis Nasional Korea untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak para pekerja tersebut.

Selain isu ketenagakerjaan, Puan menyoroti perlunya memperkuat kerja sama internasional, termasuk melalui MIKTA dan ASEAN+3, guna memajukan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan. “Kedua negara juga perlu mendorong penyelesaian perang dan konflik, mengubah wajah dunia yang ditandai perang menjadi dunia yang damai,” tegasnya.

Di ranah ekonomi, meski nilai perdagangan bilateral 2024 turun tipis menjadi US$ 20,13 miliar, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen pada triwulan II 2025 dianggap sebagai peluang emas bagi investor Korea. “Saya berharap arus perdagangan akan meningkat secara besar tahun ini dan di masa mendatang,” ujar Puan.

Pertemuan juga membahas penguatan hubungan antar masyarakat melalui pertukaran pelajar, penelitian bersama, hingga peningkatan jumlah beasiswa. “Pariwisata dan kegiatan pertukaran budaya juga kiranya dapat terus ditingkatkan untuk mempererat hubungan antar masyarakat,” tambahnya.

Menutup pertemuan, Puan mengingatkan pentingnya stabilitas di Semenanjung Korea. “Indonesia mendorong para pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghindari eskalasi ketegangan di kawasan,” katanya. Ia pun menitipkan salam untuk Presiden Lee Jae-Myung dan berharap diskusi yang berlangsung dapat memberi manfaat bagi hubungan kedua negara di masa depan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual

18 Oktober 2026 - 04:52 WITA

Komisi XII DPR Soroti Kelangkaan BBM

16 Oktober 2026 - 02:17 WITA

Rikwanto: Polisi Harus Jadi Pelindung, Bukan Sosok yang Ditakuti Masyarakat

14 Oktober 2026 - 05:49 WITA

RUU SDI Disahkan, Ledia Hanifa: Data Milik Indonesia, Diatur dan Dijaga di Dalam Negeri

12 Oktober 2026 - 05:08 WITA

MPR-RI: Skor Integritas Pendidikan Naik, tapi Kecurangan Akademik Harus Segera Dibongkar

9 Oktober 2026 - 05:59 WITA

Trending di Warta Parlemen