Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang semester I 2025, menjadi indikator kuat bahwa ketertarikan masyarakat global terhadap sejarah dan budaya lokal NTB terus tumbuh.
“Hampir setiap hari selalu ada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Museum NTB,” ujar Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, di Mataram, Senin (11/8).

Data menunjukkan, jumlah kunjungan turis asing pada periode Januari–Juni 2025 mencapai 1.348 orang, dengan lonjakan kunjungan tertinggi pada Januari (511 orang) dan Februari (384 orang). Sementara kunjungan terendah terjadi pada Mei dan Juni, masing-masing hanya 47 dan 72 orang.
Menurut Nuralam, keberadaan Museum NTB selalu menempati posisi 10 besar destinasi wisata terpopuler di Kota Mataram dan Pulau Lombok, terutama karena museum mudah ditemukan oleh wisatawan asing melalui pencarian digital.
“Mereka melihat di internet terkait dengan destinasi-destinasi unggul di Pulau Lombok, misalnya salah satu dari 10 itu pasti ada museum,” jelasnya.
Museum NTB terus berinovasi untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Beberapa pembaruan meliputi penataan ulang ruang pameran, pemasangan musik latar dan sistem suara, serta perbaikan vitrin yang kini dilengkapi barcode digital multilingual untuk memudahkan wisatawan asing mengakses informasi artefak dalam berbagai bahasa.
“Keterkenalan museum sudah semakin bagus melalui pemberitaan media dan melalui konten-konten yang kita terus produksi. Barcode itu mempermudah komunikasi dalam bahasa lain,” tambah Nuralam.
Sepanjang Januari–Juni 2025, total pengunjung museum mencapai 26.393 orang, didominasi pelajar, terutama siswa SD (10.233 siswa), TK (5.614 siswa), dan SMP (3.087 siswa), menunjukkan museum juga terus diminati sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya lokal.
Dengan peningkatan kualitas pelayanan dan promosi digital, Museum NTB kini tidak hanya menjadi ruang penyimpanan sejarah, tetapi juga jendela budaya Lombok yang terbuka lebar bagi dunia.
****









