Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menggelar kegiatan Polisi Peduli Pendidikan dan Cinta Lingkungan di SD Negeri Cilangkap 8, Depok, Jawa Barat, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini diisi dengan pembagian 550 paket makanan bergizi kepada siswa serta penanaman pohon untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap pendidikan, kesehatan anak, dan pelestarian lingkungan dalam program Green Policing.

Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib mengatakan, kehadiran Polri di lingkungan sekolah tidak hanya berkaitan dengan edukasi keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat dan menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Karena itu, kehadiran polisi di sekolah bukan hanya untuk memberikan edukasi tentang keamanan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap lingkungan,” ujar Ngajib.
Kegiatan diawali dengan upacara pagi yang dipimpin AKBP Helminingsih, kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai tugas dan fungsi kepolisian, khususnya Korps Sabhara, yang disampaikan oleh Iptu Dian Anggraini dan Iptu Lis Irmayanti.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menerima makanan bergizi berupa bubur kacang hijau dan telur rebus. Suasana semakin interaktif melalui sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih dekat tugas dan peran kepolisian.
Selain edukasi dan pembagian makanan, personel Korsabhara bersama siswa, guru, serta pengurus RW setempat juga menanam bibit pohon mangga di lingkungan sekolah. Para siswa diajak memahami pentingnya merawat pohon agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ngajib menegaskan, perhatian terhadap pendidikan perlu berjalan beriringan dengan upaya mendukung kesehatan, membentuk karakter, serta menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada anak-anak sejak usia sekolah.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang baik. Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga bagaimana membentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial sejak usia sekolah,” katanya.
Ia menjelaskan, penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari implementasi Green Policing, yakni pendekatan yang mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian di tengah masyarakat.
Menurut Ngajib, pendekatan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh jajaran kepolisian di berbagai daerah. Dengan demikian, kegiatan pelayanan dan pengabdian Polri tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
“Kami ingin semangat Polisi Bersama Masyarakat benar-benar dirasakan melalui tindakan nyata. Polisi hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga ikut membangun masa depan generasi muda dan lingkungan yang lebih baik,” pungkas Ngajib.
Hal serupa, digelar pula oleh Kepolisian Resort Tomohon. Senin 26 Oktober 2026, Kapolres Tomohon, AKBP. Alberto Kombo, menyambangi SMP Negeri 3 Tomohon dalam rangka giat pembinaan serta penyuluhan yang merupakan salah satu program Kepolisian Republik Indonesia.
Kapolres menandaskan, kehadiran Polri di lingkungan sekolah bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter, menanamkan nilai-nilai disiplin, serta melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Perhatian khusus Polri terhadap perundungan atau bullying, masih menjadi tantangan di lingkungan pendidikan. Ia mengingatkan, tindakan perundungan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa karena dapat melukai perasaan, merusak kepercayaan diri, serta berdampak terhadap perkembangan mental dan masa depan anak.
“Jangan melakukan perundungan terhadap sesama teman. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar, bertumbuh, serta meraih cita-cita. Mari kita saling menghormati, saling membantu, dan menjaga persaudaraan di antara sesama siswa,” pesan Kapolres.
Alberto Kombo mengingatkan para siswa agar menjauhi minuman keras, narkoba, tawuran, dan berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Karena menurutnya, masa depan generasi muda harus dijaga melalui pergaulan yang sehat, kedisiplinan, serta keberanian untuk mengatakan tidak terhadap hal-hal yang dapat merusak kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut mengingatkan para siswa agar menggunakan masa muda untuk belajar dengan tekun, menghormati orang tua dan guru, serta membangun karakter yang baik.
“Adik-adik adalah generasi penerus bangsa. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, serta jangan pernah menyerah dalam meraih cita-cita. Masa depan yang baik dimulai dari kebiasaan baik yang dilakukan sejak sekarang,” ungkapnya.
Kapolres juga menekankan pentingnya peran guru dan pihak sekolah dalam membimbing serta mengawasi perkembangan peserta didik. Sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan kepolisian dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.
Disampaikannya pula, bahwa Polres Tomohon akan terus mendorong upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah, termasuk melalui kegiatan patroli serta koordinasi dengan pihak sekolah guna mengantisipasi potensi tawuran dan penyalahgunaan narkoba.
Sehubungan dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, Kapolres mengimbau para siswa dan seluruh warga sekolah agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau mengalami kejadian yang berpotensi mengarah pada tindak pidana. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Kepolisian 110, kantor polisi terdekat, maupun Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Polres Tomohon untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak. Melalui pembinaan sejak dini, diharapkan para siswa tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.
****









