Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Siapkan SDM Pertanian Mandiri di Papua, TEP UNDIP Bekali Siswa Keerom Keterampilan Agribisnis

badge-check


					Siapkan SDM Pertanian Mandiri di Papua, TEP UNDIP Bekali Siswa Keerom Keterampilan Agribisnis Perbesar

Penguatan sektor pertanian di kawasan transmigrasi memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang mandiri dan berkelanjutan, selain pembangunan infrastruktur. Merespons kebutuhan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) Tim 7 memberikan pendampingan pembelajaran di SMKN 2 Keerom, khususnya pada jurusan Agribisnis dan Agroteknologi di Senggi Kabupaten Keerom, pada 30 September 2026

Aksi ini merupakan bentuk kontribusi TEP UNDIP dalam mendukung pendidikan pertanian sekaligus menumbuhkan minat dan kesadaran generasi muda terhadap potensi pertanian di Keerom. Materi pembelajaran disesuaikan dengan kondisi riil lapangan, mencakup budidaya, penerapan teknologi pertanian, manajemen usaha tani, pengolahan hasil, hingga pemetaan peluang bisnis. Melalui pendekatan ini, para siswa diarahkan untuk melihat pertanian sebagai sektor strategis berbasis inovasi, teknologi, kewirausahaan, dan tata kelola berkelanjutan, bukan sekadar pekerjaan tradisional.

Langkah pendampingan ini hadir di tengah keterbatasan tenaga pendidik di sekolah tersebut. Guru pertanian SMKN 2 Keerom, Ike, mengungkapkan bahwa ia mengampu seluruh materi pembelajaran pertanian, baik teori maupun praktik, seorang diri.

“Saya menjadi satu-satunya guru yang mengajar pertanian, baik teori maupun praktik. Karena itu, tentu ada keterbatasan dalam pelaksanaan pembelajaran. Namun, kami tetap berusaha agar anak-anak mendapatkan ilmu dan pengalaman yang mereka butuhkan untuk bisa memahami pertanian,” ujar Ike.

Kehadiran TEP UNDIP membuka ruang kolaborasi untuk memperluas wawasan dan pengalaman praktis siswa. Pembelajaran dikoneksikan secara langsung dengan isu strategis di kawasan transmigrasi Senggi, seperti adaptasi perubahan iklim, keterbatasan sarana produksi, peningkatan produktivitas lahan, dan penguatan ketahanan pangan. Melalui metode ini, siswa dilatih menganalisis tantangan sektoral sekaligus merumuskan solusi berbasis potensi lokal.

Ketua Tim 7, Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc., menegaskan pentingnya menyelaraskan pembangunan fisik pertanian dengan pengembangan kapasitas SDM. “Kami melihat bahwa penguatan pertanian tidak cukup hanya dengan membangun sarana dan prasarana. Kita juga harus menyiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola sektor pertanian ke depan,” ujar Fajrin.

Ia menambahkan, pemuda Keerom memegang peran krusial dalam menjaga keberlanjutan agribisnis dan ketahanan pangan wilayah. Oleh karena itu, para siswa dituntut tidak hanya menyerap teori, tetapi juga tumbuh menjadi wirausahawan, praktisi, dan tenaga profesional pertanian yang inovatif.

Program pendampingan ini digerakkan oleh TEP UNDIP Tim 7 yang dipimpin oleh Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc., bersama anggota tim: Adelia Regita Andini, S.P.W.K.; Siti Nuriyana, S.Si.; Samuel Hasudungan Hutagalung, S.P.W.K.; Punggah Assa’bana, S.P.; dan Rizal Fahmi Imanullah, S.P., sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat di kawasan transmigrasi.

Inisiatif mengajar di SMKN 2 Keerom bukan sebatas kegiatan akademik rutin, melainkan langkah strategis mendorong regenerasi petani dan kemandirian kawasan. Pendidikan menjadi pijakan utama dalam mencetak generasi yang sigap mengoptimalkan potensi alam Papua melalui pendekatan ilmiah dan keterampilan praktis. Kegiatan ini menegaskan bahwa masa depan pertanian Keerom sangat bergantung pada generasi muda yang berpengetahuan, berani berinovasi, serta berkomitmen membangun daerahnya sendiri.

Kegiatan pendampingan oleh TEP UNDIP ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan meningkatkan akses pembelajaran di wilayah transmigrasi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) untuk mencetak wirausahawan muda pertanian, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara akademisi dan sekolah.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi