Menu

Mode Gelap
Kemenlu RI Pastikan Koordinasi Intensif Pelindungan WNI di Timur Tengah Jalan Rusak dan Anak Putus Sekolah, Pengalaman Pahit Warga 2 Kampung di Polman Pemerintah perkuat peran generasi muda melalui Mangrove Goes To School Kejaksaan Negeri Merauke Dalami Aliran Dana Dugaan Korupsi BUMD ke Eks Bupati Boven Digoel Otorita IKN Perkuat Pelaku Usaha Lokal untuk Bangun Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan Ko Erwin Bandar Narkoba Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Malaysia

Warta Nusantara

Presiden Prabowo: Kepemimpinan Adalah Pengabdian, Bukan Kepentingan Pribadi

badge-check


					Presiden Prabowo: Kepemimpinan Adalah Pengabdian, Bukan Kepentingan Pribadi Perbesar

Rangkuman Taklimat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.

Jakarta, infokatulistiwanews.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. Kehadiran Presiden pada rakornas ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan kesinambungan arah pembangunan nasional.

Rakornas dimulai penuh semangat dengan nyanyian lagu “Maju Tak Gentar” oleh seluruh peserta saat Presiden memasuki ruang pertemuan. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta rakornas.

Pada rakornas ini, turut ditayangkan video bertajuk “Indonesia Berdikari” yang menggambarkan rangkaian kebijakan, capaian, dan arah strategis nasional dalam mendukung program prioritas pemerintah.

Dalam pengantar taklimatnya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormat dan bangganya hadir dalam acara rakornas dan bertemu dengan jajaran pemerintahan di seluruh Indonesia. Presiden pun menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan rakornas yang diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta.

“Hati saya bergetar melihat, mendengar, dan merasakan semangat saudara-saudara sekalian. Kalau semangat saudara sungguh-sungguh berasal dari kalbu saudara-saudara sekalian yang paling dalam, masa depan bangsa kita, saya yakin aman dan saya yakin kita akan berhasil,” ujar Presiden optimistis.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dalam laporannya, mengatakan bahwa penyelenggaraan rakornas ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden kepada Mendagri. Tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dengan tahun pertama pelaksanaan telah banyak keberhasilan yang dicapai.

“Keberhasilan akan dapat dioptimalkan di tahun 2026 dengan kesamaan gerak langkah pusat dan daerah. Untuk menciptakan kesamaan tersebut, maka diselenggarakan acara Rakornas Nasional ini dengan tema Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” ucap Mendagri.

Lebih lanjut, Tito mengatakan bahwa rakornas pemerintah pusat dan daerah tahun ini diikuti oleh 4.011 peserta dari berbagai instansi dan jajaran pemerintahan. “Seluruh jajaran pemerintahan provinsi, kabupaten, kota, dan forkopimda siap untuk mendukung program Bapak Presiden untuk melompat, bukan hanya bergerak, memajukan Indonesia,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintahan mulai dari tingkat pusat hingga daerah harus memahami secara utuh peran dan tanggung jawabnya. Dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden menekankan keinginan rakyat Indonesia untuk memiliki kehidupan yang tenteram, harmonis, serta kepemimpinan yang adil dan jujur.

“Mereka berharap, bahkan mereka mendambakan selalu pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat semuanya, bukan segelintir orang. Bahkan mereka tidak suka pemimpin yang hanya memajukan kepentingan pribadinya saja,” ujar Presiden di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.

“Dan hari ini bagi saya adalah suatu kesempatan yang baik. Bahwa saya bisa bertatap muka dengan hampir bisa dikatakan 99 persen pemerintah Republik Indonesia dari tingkat pusat sampai tingkat daerah,” katanya.

Dalam taklimatnya, Presiden mengatakan bahwa Indonesia kerap dianggap sebagai negara yang tidak mungkin atau the impossible nation. Hal tersebut, menurut Presiden justru menuntut kepemimpinan yang waspada, memahami situasi, serta berlandaskan pengetahuan sejarah bangsa.

“Kita harus jadi pemimpin yang mengerti sejarah kita, yang mengerti latar belakang bangsa kita, yang mengerti sejarah nusantara, yang mengerti sejarah daerah-daerah, yang mengerti sejarah nusantara dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Indonesia, menurut Presiden dibangun atas pengorbanan besar rakyat, sehingga seluruh pemimpin wajib mengabdi sepenuhnya kepada kepentingan bangsa dan negara. “Negara ini yang sekarang, saudara-saudara, yang sekarang ada dalam kendali kita, dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itulah kita tidak boleh lupa adanya kita adalah untuk berbakti, mengabdi kepada rakyat kita. Ini hal yang selalu mudah kita ucapkan, tapi harus kita buktikan,” lanjutnya.

Pengentasan Kemiskinan Butuh Persatuan dan Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Presiden mengingatkan bahwa meskipun Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar, masih banyak rakyat yang hidup dalam kesulitan dan hal tersebut harus dihadapi secara jujur dan bersama-sama.

“Kita harus paham bahwa kita masih menghadapi kesulitan. Kita masih menghadapi tantangan. Kita masih menghadapi kekurangan. Kita tahu bahwa rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup,” ujar Presiden dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.

Presiden Prabowo pun mengajak seluruh elemen bangsa, tanpa memandang latar belakang politik, golongan, maupun kepentingan, untuk bersatu dan berjuang bersama menghapus kemiskinan dari Indonesia. Menurut Presiden, tantangan tersebut tidak boleh dihadapi dengan keraguan atau sikap menyerah, melainkan dengan tekad dan kerja nyata.

“Kita harus berjuang bersama-sama. Semua unsur, semua tingkatan, semua latar belakang, semua partai manapun. Kita harus bersatu, kita harus berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan,” tegas Presiden.

Dalam arahannya, Presiden juga secara terbuka mengingatkan peran dan tanggung jawab para pemimpin di semua tingkat. Ia menekankan bahwa unsur kepemimpinan dan elit di berbagai bidang memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa agar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.

“Sekarang saya gugah kita semua, saya gugah, mari kita semua sebagai pemimpin, mari kita sekarang membulatkan tekad kita, membenahi diri kita dan unsur kita, dan lingkungan kita, dan lingkaran kita. Mari kita bertekad untuk menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat kita,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya persatuan nasional dan menolak sikap saling bermusuhan akibat perbedaan politik. Ia menilai bahwa persaingan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun setelah proses politik selesai, seluruh pihak harus kembali bersatu untuk bekerja melayani rakyat.

“Kalah menang biasa karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” katanya.

Presiden juga menegaskan komitmennya untuk memimpin secara inklusif dan adil, tanpa membedakan latar belakang politik daerah atau hasil pemilihan. “Tugas saya, kewajiban saya adalah seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Presiden.

Indonesia Harus Waspada Hadapi Gejolak Dunia, Teguh pada Politik Bebas Aktif

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kewaspadaan nasional dalam menghadapi dinamika dan ketegangan global yang makin kompleks. Presiden mengingatkan bahwa sejak awal berdirinya Republik Indonesia, dunia telah berada dalam pusaran konflik ideologis dan geopolitik yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap Indonesia.

“Dari mulai presiden pertama, kita, Indonesia, tapi seluruh dunia, berada di tengah perang ideologi besar. Perang ideologi besar di dunia, di mana dunia dipecah menjadi blok, ada blok komunis dan blok antikomunis, bisa dikatakan blok demokrasi, blok kapitalis,” ujar Presiden dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa konflik global seperti perang di Ukraina dan krisis kemanusiaan di Gaza memberikan dampak luas, termasuk terhadap stabilitas ekonomi, keamanan, dan ketahanan nasional Indonesia. Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintahan diminta untuk memahami secara utuh tantangan global yang dihadapi saat ini.

“Jadi saudara-saudara, ini yang saya ingin sampaikan ke seluruh barisan pemerintahan. Marilah kita waspada, marilah kita mengerti tantangan-tantangan yang ada di dunia ini,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menyampaikan hasil pengamatannya dari berbagai pertemuan internasional yang baru saja dihadirinya di Eropa, termasuk forum ekonomi dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Menurutnya, dalam pertemuan tersebut, terjadi peningkatan kekhawatiran terhadap potensi pecahnya Perang Dunia Ketiga dari para pemimpin dunia.

“Hampir semua pemimpin dunia merisaukan kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga,” ungkap Presiden.

Presiden pun mengingatkan bahwa konflik berskala global, khususnya yang melibatkan senjata nuklir, akan berdampak luas bahkan bagi negara-negara yang tidak terlibat langsung. Dampak tersebut dapat berupa kontaminasi lingkungan, gangguan pangan dan perikanan, hingga perubahan iklim ekstrem akibat fenomena nuclear winter yang berpotensi berlangsung puluhan tahun.

Dalam konteks tersebut, Presiden menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif, serta prinsip nonblok. Indonesia, kata Presiden, tidak akan bergabung dalam pakta militer mana pun dan akan terus mengedepankan persahabatan dengan seluruh bangsa.

“Filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” tegas Presiden.

Namun demikian, Presiden mengingatkan bahwa sikap nonblok dan persahabatan global juga menuntut kemandirian nasional yang kuat. Jika Indonesia memilih untuk tidak bergantung pada aliansi militer, maka bangsa ini harus mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri, sebagaimana ditekankan oleh Presiden Sukarno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman.

“Dari awal, Bung Karno mengatakan, kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri! Dan Panglima Besar kita yang pertama, Panglima Besar Sudirman mengajarkan kepada kita, kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri!” ungkapnya.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa dunia internasional saat ini tidak selalu berjalan berdasarkan prinsip ideal, melainkan realitas kekuatan. “Saya selalu mengingatkan, mengajarkan, yang berlaku di dunia ini sekarang adalah yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki, yang lemah akan menderita,” kata Presiden.

Oleh karena itu, sebagai Presiden dan pemegang mandat rakyat, Presiden
menegaskan kewajibannya untuk menjaga keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia dengan kebijakan yang rasional, tenang, dan tidak emosional. “Kita tidak bisa emosional, kita tidak bisa terlalu idealis karena yang berlaku adalah dunia nyata. Karena kita tidak mau perang, kita harus siap untuk perang,” pungkas Presiden.

Penanganan Sampah Nasional Terpadu melalui Gerakan Indonesia ASRI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. Dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

“Resik saya tanya artinya apa? Artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini hanya suatu katakanlah nama, tapi wujudnya tadi, semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah enggak apa-apa. Pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribuan itu, cepat itu,” ucap Presiden di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.

Persoalan sampah, menurut Presiden telah menjadi masalah krusial di berbagai daerah. Dalam taklimatnya, Kepala Negara memaparkan bahwa hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028.

“Sampah ini menjadi masalah, diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Selain pembangunan proyek, Presiden menekankan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk mengatasi permasalahan sampah.

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung, saudara-saudara. Ini 34, kita segera mulai. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga. Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita enggak benar, jorok, kotor,” kata Presiden.

Selain pengelolaan sampah, Presiden Prabowo juga memperkenalkan gagasan proyek “gentengisasi” sebagai bagian dari upaya memperindah lingkungan permukiman. Presiden menilai penggunaan atap seng yang meluas membuat kawasan menjadi panas dan kurang estetis.

“Seng ini panas untuk penghuni, Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ucap Presiden.

“Saya berharap dalam 2-3 tahun, Indonesia tidak akan kelihatan karat, karat lambang degenerasi. bukan lambang kebangkitan. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah. Rakyat kita harus bahagia,” tandasnya.

Red~ IKN

(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenlu RI Pastikan Koordinasi Intensif Pelindungan WNI di Timur Tengah

1 Maret 2026 - 09:57 WITA

Presiden Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan ke AS hingga Abu Dhabi, Disambut Wapres Gibran

27 Februari 2026 - 05:53 WITA

Presiden Prabowo Saksikan Kemitraan Danantara–Arm, Indonesia Percepat Lompatan Industri Semikonduktor

25 Februari 2026 - 03:58 WITA

OJK Tuntaskan Kasus BPR Panca Dana, Mantan Dirut Ikut Terseret

24 Februari 2026 - 07:31 WITA

Harga Pangan Hari Ini 24 Februari: Harga Telur, Daging Ayam & Cabai Rawit Melambung

24 Februari 2026 - 04:42 WITA

Trending di Warta Nusantara