Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Utama

Petani Milenial Sukodadi Sukses Uji Coba Terapan Organik

badge-check


					Petani Milenial Sukodadi Sukses Uji Coba Terapan Organik Perbesar

Upaya uji coba pertanian organik yang dilakukan petani milenial di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Di tengah maraknya serangan hama dan penyakit yang menyebabkan penurunan produksi di sejumlah wilayah, metode organik justru mampu meningkatkan hasil panen. Senin,(30/03/2026)

Salah satu petani milenial, Zaky, mengungkapkan bahwa dirinya telah menerapkan sistem pertanian organik selama kurang lebih satu tahun terakhir. Lahan yang digarapnya berada di Dusun Dukoh, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, dengan luas sekitar 200 cengkal.

“Alhamdulillah, lahan saya relatif aman dari serangan penyakit. Padahal, di wilayah Sukodadi tahun ini banyak lahan yang terkena hama seperti kamper, sundep, dan santomonas,” ujar Zaky.

Ia menjelaskan, serangan hama dan faktor cuaca menjadi penyebab utama menurunnya produktivitas pertanian di daerah tersebut. Bahkan, diperkirakan sekitar 60 persen lahan pertanian di wilayah Sukodadi mengalami gagal panen atau penurunan hasil produksi secara signifikan.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi pada lahan yang dikelola Zaky. Dengan metode pertanian organik, hasil panen yang diperoleh mengalami peningkatan cukup signifikan.

“Untuk lahan saya cengkal 200, panen kali ini bisa mencapai 1,7 Ton gabah kering sawah. Musim sebelumnya bahkan pernah sampai tembus 2,3 Ton, untuk lahan lainnya di daerah sini dalam kondisi cuaca normal hanya berkisar rata-rata antara 1,3 hingga 1,5 ton,” jelasnya.

Menurut Zaky, penerapan sistem organik terbukti mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama sekaligus menjaga kualitas tanah. Ia juga membandingkan dengan lahan pertanian di sekitarnya yang masih menggunakan metode konvensional.

“Terbukti, dibandingkan lahan tetangga kanan kiri, hasil panen saya masih lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa terapan organik cukup efektif,” tambahnya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi petani lain, khususnya generasi muda, untuk mulai beralih ke sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus mampu meningkatkan produktivitas di tengah tantangan perubahan iklim dan serangan hama yang semakin kompleks.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan

19 Oktober 2026 - 02:57 WITA

Muhammad Saidil, Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Km Demi Bawa Ayah Berobat ke RSUD Sigli

16 Oktober 2026 - 02:50 WITA

Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas

11 Oktober 2026 - 04:57 WITA

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Menyerah dalam Membela Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan Rakyat

7 Oktober 2026 - 03:23 WITA

SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur

2 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Trending di Warta Utama