Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Warta Utama

Petani Milenial Sukodadi Sukses Uji Coba Terapan Organik

badge-check


					Petani Milenial Sukodadi Sukses Uji Coba Terapan Organik Perbesar

Upaya uji coba pertanian organik yang dilakukan petani milenial di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Di tengah maraknya serangan hama dan penyakit yang menyebabkan penurunan produksi di sejumlah wilayah, metode organik justru mampu meningkatkan hasil panen. Senin,(30/03/2026)

Salah satu petani milenial, Zaky, mengungkapkan bahwa dirinya telah menerapkan sistem pertanian organik selama kurang lebih satu tahun terakhir. Lahan yang digarapnya berada di Dusun Dukoh, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, dengan luas sekitar 200 cengkal.

“Alhamdulillah, lahan saya relatif aman dari serangan penyakit. Padahal, di wilayah Sukodadi tahun ini banyak lahan yang terkena hama seperti kamper, sundep, dan santomonas,” ujar Zaky.

Ia menjelaskan, serangan hama dan faktor cuaca menjadi penyebab utama menurunnya produktivitas pertanian di daerah tersebut. Bahkan, diperkirakan sekitar 60 persen lahan pertanian di wilayah Sukodadi mengalami gagal panen atau penurunan hasil produksi secara signifikan.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi pada lahan yang dikelola Zaky. Dengan metode pertanian organik, hasil panen yang diperoleh mengalami peningkatan cukup signifikan.

“Untuk lahan saya cengkal 200, panen kali ini bisa mencapai 1,7 Ton gabah kering sawah. Musim sebelumnya bahkan pernah sampai tembus 2,3 Ton, untuk lahan lainnya di daerah sini dalam kondisi cuaca normal hanya berkisar rata-rata antara 1,3 hingga 1,5 ton,” jelasnya.

Menurut Zaky, penerapan sistem organik terbukti mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama sekaligus menjaga kualitas tanah. Ia juga membandingkan dengan lahan pertanian di sekitarnya yang masih menggunakan metode konvensional.

“Terbukti, dibandingkan lahan tetangga kanan kiri, hasil panen saya masih lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa terapan organik cukup efektif,” tambahnya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi petani lain, khususnya generasi muda, untuk mulai beralih ke sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus mampu meningkatkan produktivitas di tengah tantangan perubahan iklim dan serangan hama yang semakin kompleks.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

3 Juni 2026 - 06:34 WITA

Alumnus Unair Berkarier Jadi Marine Biologist di Maldives

30 Mei 2026 - 01:39 WITA

Kisah Mauliyan dan Ariandi, Orangutan Kurus yang Bertahan di Tengah Krisis Habitat

29 Mei 2026 - 06:36 WITA

Kakek Mujiran di Lampung Ambil Sisa Getah di Kebun PTPN Berujung Dipenjara

25 Mei 2026 - 06:32 WITA

Perjuangan Suami Merawat Istri yang Mengidap Tuberkulosis Tulang

22 Mei 2026 - 07:14 WITA

Trending di Warta Utama