Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Serba Serbi

Perempuan dalam Budaya Batak: Penjaga Tradisi hingga Tulang Punggung Keluarga

badge-check


					Perempuan dalam Budaya Batak: Penjaga Tradisi hingga Tulang Punggung Keluarga Perbesar

Dalam budaya Batak, perempuan memiliki peran penting yang tak hanya terbatas pada urusan domestik. Mereka menjadi penjaga nilai adat, penghubung kekerabatan, hingga tulang punggung keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah sistem kekerabatan patrilineal yang dianut masyarakat Batak, posisi perempuan seringkali dipandang berada di bawah laki-laki. Namun dalam praktiknya, perempuan justru memiliki pengaruh besar dalam menjaga keseimbangan sosial dan adat.

Antropolog Koentjaraningrat dalam kajiannya menyebut bahwa dalam masyarakat tradisional, perempuan memiliki peran kultural yang kuat meski tidak selalu terlihat dalam struktur formal kekuasaan.

“Perempuan dalam masyarakat tradisional sering kali menjadi penjaga nilai dan norma budaya, termasuk dalam keluarga dan komunitas,” tulis Koentjaraningrat.

Dalam berbagai upacara adat Batak, perempuan memiliki peran sentral, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Mereka terlibat dalam penyediaan makanan adat hingga menjaga keharmonisan antar keluarga.

Peneliti budaya Batak Daniel Perret juga menyoroti peran perempuan dalam hubungan kekerabatan masyarakat Sumatera.

“Perempuan memainkan peran penting sebagai penghubung antar kelompok kekerabatan, terutama dalam sistem perkawinan dan hubungan sosial,” jelas Daniel Perret.

Selain dalam adat, perempuan Batak juga aktif dalam bidang ekonomi, seperti berdagang dan mengelola usaha keluarga.

Sosiolog Selo Soemardjan menilai bahwa perempuan di masyarakat tradisional sering kali memiliki kontribusi besar dalam menopang ekonomi keluarga.

“Peran ekonomi perempuan dalam masyarakat tradisional sering kali menjadi faktor penting dalam keberlangsungan keluarga,” tulis Selo Soemardjan.

Meski memiliki peran besar, perempuan Batak tetap menghadapi tantangan dalam sistem adat yang masih didominasi laki-laki.

Namun, perubahan zaman membawa peluang baru. Akses pendidikan yang semakin luas membuat perempuan Batak kini lebih aktif di berbagai bidang.

Di tengah modernisasi, perempuan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai budaya.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya, karena mereka berperan langsung dalam proses pewarisan nilai kepada generasi berikutnya,” ungkap Koentjaraningrat.

Red~ IKN

Source: detiksumut, Kamis 26 Maret 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi