Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

Mendadak Keluarkan 72 Siswa, Kepsek SMAN 5 Bengkulu Malah Salahkan Warga dan Operator

badge-check


					Mendadak Keluarkan 72 Siswa, Kepsek SMAN 5 Bengkulu Malah Salahkan Warga dan Operator Perbesar

Sebanyak 72 siswa SMA Negeri 5 Bengkulu mendadak diberhentikan setelah belajar selama sebulan. Pemberhentian ini disebabkan karena siswa-siswa tersebut tidak memiliki Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Alih-alih mencari solusi, Kepala SMAN 5 Bengkulu, Bihan, justru menyalahkan warga dan operator sekolah sebagai penyebab kisruh penerimaan siswa baru.

“Kesalahannya terletak pada berbondong-bondongnya masyarakat menemui operator. Saya sudah ingatkan operator untuk tidak menambah calon siswa, namun itu masih dilanggar,” ujarnya saat rapat dengan orangtua siswa, Pemprov Bengkulu, dan DPRD Provinsi Bengkulu di kantor DPRD Bengkulu, Kota Bengkulu, Rabu (20/8/2025).

Bihan menjelaskan, berdasarkan aturan Permendiknas, satu kelas hanya boleh diisi 36 siswa. Namun, saat dicek 21 Juli lalu, ia menemukan setiap kelas terisi hingga 43 siswa.

Selama proses seleksi, Bihan mengaku mengalami sakit yang mengharuskannya dirawat.

“Saya temukan harusnya satu ruang belajar 36 murid, ternyata ada 43 murid tiap kelas,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui adanya isu permainan uang dalam proses penerimaan siswa baru.

“Enggak tahu saya kalau ada permainan uang,” tutupnya.

Orangtua kecewa, siswa menjadi sakit Pernyataan ini memicu kekecewaan para orangtua murid yang sudah mendaftarkan anak mereka melalui jalur resmi, termasuk daftar ulang dan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Anak saya down, dia nangis sepanjang hari, malu bercampur sedih,” kata seorang ibu saat mengadu ke DPRD Provinsi Bengkulu.

Bahkan, ada siswa yang sampai jatuh sakit karena stres. “Anak kami sakit, saya juga sakit. Psikis anak saya terkena juga sejak mengetahui ia ternyata tidak terdaftar,” ungkap seorang ibu lainnya.

Sejumlah wali murid pun menangis saat menceritakan kondisi anak mereka.

“Kami mohon kebijakan. Kami mohon pihak sekolah bertanggung jawab,” pinta salah satu wali murid.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara