NTT, infokatulistiwanews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memuji aksi heroik Suster Ika, Ketua Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), yang dengan gagah berani menyelamatkan 13 perempuan asal Jabar dari dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Pub Eltras Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Suster Ika didorong rasa kemanusiaan tinggi aktif advokasi korban kekerasan perempuan dan anak di wilayah Flores, bekerja sama PPA Polres Sikka jemput korban 21 Januari 2026 meski pemilik pub ancam.

Korban berasal dari Karawang, Bandung, Cianjur (6 orang), Purwakarta (4 orang), Bandung Barat, dan satu dari Jakarta yang diiming-imingi pekerjaan bagus namun terjebak eksploitasi LC dengan fasilitas berubah utang kasbon.
Dedi Mulyadi menemui para korban yang sudah diamankan di safe house Tim Relawan Kemanusiaan Untuk Flores (TRUK-F) yang dipimpin Biarawati Suster Fransiska Imakulata, Senin (23/2/2026).
Ada 12 korban yang dipulangkan hari ini, sementara 1 orang sudah meninggalkan NTT lebih dulu. Para korban diterbangkan memakai pesawat Susi Air dari Bandara Frans Seda, Maumere, untuk diterbangkan ke Labuan Bajo selanjutnya ke Jakarta.
“Sekarang para korban sudah berada di Labuan Bajo,” kata Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya melakukan penjemputan langsung untuk memastikan kondisi warganya yang menjadi korban TPPO dalam keadaan sehat dan selamat.
“Dalam rangka memastikan yang 13 korban ini dalam keadaan sehat, dalam keadaan selamat, dan dalam keadaan baik. Sehingga mereka bisa kembali ke Jawa Barat,” katanya.
Dalam proses pemulangan, ia juga didampingi oleh 2 kepala daerah yang warganya menjadi korban TPPO di NTT yakni, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.
KDM, panggilan akrab Dedi Mulyadi, menegaskan proses pemulangan para korban ini akan menjadi pintu masuk ke proses hukum atas dugaan TPPO. Karena itu pihaknya menggandeng Direktorat PPA dan PPO Polda Jabar serta tim kuasa hukum Jabar Istimewa.
“Proses hukumnya tetap berlanjut. Dan mereka memiliki kesiapan untuk terus mengikuti proses penanganan perkara ini. Dari mulai penyelidikan, sekarang sudah penyelidikan, penetapan tersangka. Kemudian mereka melengkapi berkas nanti di kejaksaan kalau diperlukan, menjadi saksi di pengadilan,” ujar KDM.
Gubernur Jabar juga memastikan jika para korban akan mendapatkan pendampingan dari Pemprov Jabar. “Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersedia melakukan pendampingan sampai masalah ini selesai,” katanya.
Sebelumnya, kasus dugaan mencuat, 13 perempuan asal Jabar diduga mengalami kekerasan, pelecehan seksual, diancam dan dipaksa bekerja di luar kontrak di sebuah tempat hiburan malam di Maumere. Kasus ini mendapatkan bantuan dan pendampingan dari TRUK-F.
Red~ IKN









